BUAT APA KITA BERLATIH KARATE?
Pertanyaan ini pernah terlontar kepada Sosai Mas. Oyama. Jawaban beliau adalah: Supaya kita selalu siap dalam berbagai keadaan dan kita akan bertambah kuat. Sebesar apapun badai kehidupan yang datang, seorang penganut Kyokushin akan berdiri kokoh pada kedua kakinya. JADILAH ORANG YANG TEGAR!, pesan ini yang selalu ditekankan pada murid-murid Sosai Mas.Oyama.
Kehidupan jalan Kyokushin memang melalui jalan terjal, berliku dan dilalui tanpa mengenal lelah. Penganutnya memegang teguh Oshishinobu. Oshishinobu artian harafiahnya adalah membelenggu. Maksudnya adalah dengan membelenggu diri dengan melakukan sekuat tenaga dan bertahan sekuat tenaga. Setiap Pendidikan (Latihan) dojo, Guru dan murid membiasakan diri untuk menahan keinginan nafsu, bahkan kebutuhan manusiawi seperti : Rasa lapar, dahaga, lelah, amarah bahkan sakit dan berusaha terus tanpa bosan untuk bisa mencapai apa yang dikatakan dengan menjiwai arti yang sebenarnya. Sehingga para penganut Kyokushin yakinlah suatu saat disadari atau tanpa disadari akan didapat banyak keuntungan yang luar biasa. Dengan demikian, marilah kita terus berlatih melalui disiplin kyokushin Karate. Jadikanlah diri kita menjadi lebih baik dan berprestasi pada kehidupan kita.
Marilah bersama kita petik ajaran yang telah susah payah diperjuangkan seorang Pendiri Kyokushin Karate bernama Masutatsu Oyama. Ajaran Kyokushin ini berawal dari gerakan dasar yang diulang-ulang sampai mencapai kesempurnaan. Berlatih Kyokushin Karate pada dasarnya adalah pengulangan gerakan dasar (KIHON) yang melelahkan (bila dilakukan sekuat tenaga dan sungguh-sungguh) pada setiap sesi latihan, sampai benar-benar paham. Seseorang dikatakan bisa Karate bila sudah melakukan 1.000 kali latihan dan diperlukan 10.000 kali latihan untuk dapat memahaminya, Latihan dasar itu dilakukan seperti dimulai pada sebuah titik dan dilanjutkan melalui jalan yang sama pada sebuah lingkaran (tiada akhir). Kyokushin Karate sebenarnya ilmu yang simpel dan mudah dipelajari siapapun.
Bosan, itulah yang akan ditemui pada mula awalnya. Disinilah benar-benar ditantang jiwa pribadi kita untuk mengalahkan diri sendiri dan berusaha untuk melaluinya hingga kita pada akhirnya akan berjalan menerus dengan melenggang kangkung. Rasa Bosan, malas, enggan, takut kecapekan, takut sakit, rendah diri dan bermacam alasan senada itulah beberapa rasa manusiawi yang benar-benar harus digempur oleh pribadi kita agar menjadikan diri kita pribadi yang lebih baik.
Sosai Mas.Oyama pernah berkata: Kyokushin tidak akan pernah bisa di masalkan karena Sosai lebih baik memilih jalan agar diikuti para pengikutnya pada jalan yang sempit tetapi TERHORMAT. Kenapa kata terhormat pada kalimat diatas saya pertebal dan digaris bawahi?. Fakta yang ada sekarang adalah nilai-nilai luhur Kyokushin ada beberapa yang hilang setelah meninggalnya Sosai Mas.Oyama. Hilangnya nilai-nilai tersebut diakibatkan karena hawa nafsu. Banyak yang terbuai pada ketenaran atau harta. Kehormatan yang diajarkan oleh Sosai Oyama bukan kehormatan sesaat lewat ketenaran atau kaya dengan harta. Ingatlah keinginan untuk tenar dan harta itu akan mudah menjadikan buta-nya mata hati!.
Dalam sebuah perguruan terdapat banyak orang yang berlatang belakang berbeda, antara lain: suku, kepercayaan, sosial, dan segudang perbedaan lainnya. Untuk menjadikan kompak diperlukan rasa kesetia-kawanan yang kuat. Dibutuhkan figur manusia Kyokushin sejati untuk menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, jujur, terpercaya, pintar, dan rela berkorban serta menempatkan dirinya tidak lebih tinggi. Jujur saja ini sangatlah sulit dan pelik. Bagaimanapun pemimpin juga manusia yang tidak bisa lepas dari yang namanya salah dan lupa. Begitu juga para pelatih-pelatih Dojo, mereka juga manusia yang memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu dan rasa kesetia kawanan inilah yang sekarang sudah banyak tidak dipedulikan oleh para pelatih-pelatih Dojo yang mengatas namakan Kyokushin. Banyak Pelatih dan ada beberapa bahkan sangat senior mudah berbelok arah, demi kepentingan pribadi dan enggan untuk berpikir lebih dalam.
Berawal dari berderet pengalaman bertahun-tahun yang pahit dan getir, maka dirasa ajaran mulia itu sudah seharusnya ditegakkan kembali. Sekumpulan orang yang memiliki hati dan berjiwa Kyokushin Sejati membentuk sebuah organisasi kependidikan yang dinamakan AKADEMI SENI BERTARUNG KYOKUSHIN KARATE INDONESIA yang berazaskan BUDO.
Apakah Budo itu?
Budo adalah jalan pertarungan. Kyokushin Karate tidak hanya mengajarkan pertarungan secara fisik saja. Menjadi seseorang yang mampu bertarung fisik dan memenangkan perkelahian (Kumite) atau pertarungan fisik dalam bentuk lain bukan tujuan akhirnya, akan tetapi merupakan langkah awal dari tujuan yang akan dicapai.
Pertarungan adalah jalan kehidupan (The Survival of live). Pertarungan akan mencerminkan jiwa sportif (watak ksatria) maupun sebaliknya yang sesungguhnya. Pertarungan akan mencirikan kepribadian manusia. Lincah, cerdik, rajin, berani, bisa menyahut kesempatan dalam kesempitan, bergairah, bersemangat dan masih banyak lagi dengan hal senada, begitu pula dengan kebalikannya. Lincah akan tentu lebih unggul daripada lambat, Cerdik akan lebih menguntungkan dari bodoh, Rajin akan lebih berkwalitas daripada malas dan selanjutnya. Disinilah Budo mengajarkan untuk lebih mengerti dan paham mengenai spirit yang kuat, dengan Spirit maka manusia mampu berkarya dan berprestasi.
Kyokushin karate mengajarkan kepada pengikutnya untuk menjadi seseorang yang kuat, unggul dan berprestasi dalam hidupnya. Jalan yang ditempuh untuk menjadi insan Kyokushin Karate yang utuh adalah tidak meninggalkan usaha selalu memperkuat diri, menambah kemampuan diri dengan cara tiada hari tanpa latihan ... plus mengembangkan wawasan dengan cara rajin membaca dan atau menulis. Malas, rasa rendah diri, sombong dan setumpuk sifat buruk lain memang musuh utama kehidupan manusia. Watak, sifat dan kebiasaan yang buruk harus di hancurkan dengan selalu bersemangat tinggi untuk membentuk diri menjadi yang lebih baik.
Kyokushin karate adalah salah satu penganut Budo dengan ciri tidak meninggalkan pendidikan budi pekerti dan pemahaman tentang sebuah semangat hidup pantang menyerah. Pengikut yang memahami Kyokushin Karate akan terbentuk menjadi individu yang siap dalam menghadapi kehidupan.
Apakah orang yang ahli bertarung fisik akan menang terus menerus?,
Itu tidak mungkin. Dunia ini, diatas langit masih ada langit. Semua orang semestinya harus sadar akan hal tersebut. Seseorang ada masanya akan lemah, menjadi tua dan rapuh selanjutnya yang pasti dan tidak bisa ditawar lagi.... mati.
Pertarungan dalam kehidupan kita jangan diartikan bertarung secara fisik saja. Bila pertarungan fisik saja yang ditekankan dalam pelajaran yang ada, apa yang terjadi? Ego merasa paling kuat dan mampu berkelahi (sok jagoan) dengan menindas yang lemah, perang yang tiada henti, bentrok antar kelompok dan anarkis yang merajalela dan kedzoliman ada dimana-mana.
Perlu kita ambil hikmah dari pengertian diatas. Pertarungan membutuhkan pengorbanan fisik, mental dan materi yang tujuan selanjutnya kita bermental baja, berani menetapkan pendirian dan mampu mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah dan atau bahkan bernyali untuk menegakkan kebenaran. Inilah sekelumit jiwa dari seorang petarung sejati. Jiwa seorang Petarung akan kokoh dan tegar dalam menjalani kehidupan. Diperlukan watak ksatria, berani, cerdik dan kemampuan untuk melakukan pertarungan. Kunci dari pertarungan ini adalah mampu mengalahkan diri sendiri sebelum ada keinginan untuk mengalahkan orang lain.
Untuk lebih memahami arti yang sebenarnya dari kyokushin karate, memang diawali dari latihan fisik, dituntut tidak mengenal lelah dan terus menjalankan kehidupannya melalui disiplin Kyokushin Karate. Tetapi dalam Kyokushin Karate ini ada yang jauh lebih penting dan bermakna yakni tata krama dan kesopanan. Setiap latihan atau bertemunya antar Karateka Kyokushin tanpa peduli dari manapun asalnya, selalu diawali dengan kesopanan dilalui dengan kesopanan dan diakhiri pula dengan kesopanan. Sikap ramah tamah dan sopan sangat ditekankan agar menyatu dengan jiwa setiap anggota, sehingga otomatis akan membentuk rasa persaudaraan, cinta kasih dan menjadi manusia berbudi pekerti yang luhur. Sikap adalah salah satu indikator dalam menapak kesuksesan. Menjaga sikap yang baik dan benar akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang berprestasi dalam kehidupannya.
Jiwa kyokushin adalah jiwa perjuangan, seseorang yang telah mendalami Budo dengan sungguh-sungguh ditakdirkan untuk melakukan perjuangan dalam hidupnya. Tahulah kini kita sebenarnya Kyokushin menawarkan hal-hal yang dapat membantu kita mengembangkan segi-segi kepribadian dan kejiwaan kita.
Marilah jadikan diri kita dan hidup menjadi lebih berprestasi dengan menjalankan seluruh kehidupan ini melalui disiplin Kyokushin Karate.
GANDI ALI M
NOVEMBER 2008
Salam kenal... Great Blog... Good Info...
BalasHapus