Senin, 30 Maret 2009

TATA CARA I.K.O. KYOKUSHIN-KAIKAN, " Jalan Seni Beladiri diawali dan diakhiri dengan kesopanan "

01. Para murid harus memberikan hormat dengan mengucapkan "OSU" sambil membungkuk badan ketika masuk kedalam sekolah / gedung perguruan karate dan ketika masuk ketempat latihan / dojo. Pada saat memasuki ruangan dojo, para murid harus memberikan hormat dengan mengucapkan "OSU" mengarah kedepan dojo atau daerah "Shinzen", kemudian mengarah ke murid-murid yang telah berada didalam dojo .
02. Para murid harus berusaha tiba di dojo tepat waktu. Mereka yang terlambat , setelah menghormat kedepan kemudian berlutut dalam posisi "Seiza" (sikap upacara) dengan sikap "Mokuso" dan menunggu dipanggil oleh Pelatih . Pada saat dipanggil, sementara masih dalam posisi Seiza, memberi hormat dengan mengucapkan "OSU" atau "Maaf, telah mengganggu" , kemudian berdiri dan bergabung dibaris paling belakang .
03. Para murid harus selalu menjaga dirinya dan segala perlengkapan latihan seperti Do-gi, Pelindung Kaki, Sarung Tinju, dll dalam keadaan bersih dan tidak bau serta mengingatkan lainnya melakukan hal serupa . Hanya Do-gi bersih yang dikenakan dan jangan berkesan jorok. Logo Kyokushin dalam huruf Kanji hanya diijinkan diletakkan pada posisi daerah dada kiri, tidak disembarang tempat . Do-gi yang robek harus segera dijahit kembali. Membiarkan perlengkapan latihan dan Do-gi yang kusut secara terus menerus, memberikan kesan tidak bersemangat, baik terhadap sesama murid maupun terhadap dojo ditempatmu latihan .
04. Jangan membetulkan letak do-gi / sabuk (o-bi) selama dalam latihan sebelum diijinkan oleh Pelatih. Apabila mau membetulkan do-gi / o-bi, lakukan dengan cepat dan tidak berisik sambil menghadap kesamping .
05. Tunjukkan rasa hormatmu yang pantas pada para Senior dan murid lebih tua . Semua murid harus berdiri dan mengucapkan "OSU" ketika Senior mereka atau setiap Penyandang Sabuk Hitam memasuki ruangan .
06. Sebelum menyalami Senior atau Pelatihnya, para murid harus mengucapkan "OSU" sambil membungkuk secara pantas dan lakukan hal yang sama pada saat mau berpisah. Peraturan ini juga harus tetap dijaga di luar Do-jo , karena kita harus selalu menghargai Senpai kita. Apabila kita tidak mengetahui tingkatan seseorang, selalu beranggapan seolah-olah dia adalah lebih senior darimu .
07. Bila dalam suatu peristiwa dimana kita harus bersalaman, lakukan dengan kedua tangan untuk menunjukkan kepercayaan dan kerendahan hati dan katakan "OSU". Ini berlaku juga diluar Do-jo dan khususnya terhadap tingkatan lebih Senior .
08. Para murid harus menjawab pertanyaan atau instruksi dari senior atau Pelatih nya dengan "OSU" yang keras dan laksanakan dengan reaksi yang cepat atas instruksinya . Respon yang pelan atau acuh tak acuh menunjukkan sikap yang tidak sopan .
09. Selama dalam latihan para murid harus memfokuskan pada teknik-teknik latihan dan jangan membiarkan pikiran atau matanya berkeliaran . Setiap saat tunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang tulus terhadap Pelatih atau teman latihan lainnya. Jangan mengikuti latihan tanpa adanya semangat dan kesungguhan .
10. Pada saat murid diijinkan duduk dalam posisi rileks dalam suatu latihan, maksudnya rileks dari posisi "Seiza" dan duduk dengan posisi "Anza" (gaya India), posisi rileks. Selama dalam posisi ini ,jaga sikap tenang, jangan mengajak temannya bicara karena dapat mengganggu pengarahan-pengarahan dari Pelatih .
11. Para murid dilarang meninggalkan dojo tanpa ijin dari Pelatih . Bila ada hal yang mendesak dan kamu harus berangkat dengan segera, lakukan dengan sikap yang sopan dan jelaskan keperluannya dengan cepat .
12. Untuk menghindari kemungkinan cidera, para murid dilarang mengenakan perhiasan, jam tangan atau perhiasan lain yang tajam selama dalam latihan .Kacamata berukuran diperkenankan, tetapi selama Jiyu Kumite, sebaiknya dilepaskan atau menggunakan kontak lensa .
13. Secara tradisi, dojo adalah tempat yang dihormati, dianggap suci, oleh karena itu para murid seharusnya tidak mengenakan topi atau sejenisnya atau menggunakan bahasa kotor dilingkungan sekolah Karate dan ditempat Dojo . Juga jangan mengenakan sepatu / sandal memasuki arena dojo. Tidak ada makanan, minuman, permen, merokok , yang diijinkan disekitar lingkungan sekolah Perguruan Karate.
14. Para murid harus membantu membersihkan Dojo setelah selesai latihan . Secara umum, para murid harus selalu ikut menjaga Dojo mereka sebagai tempat yang khusus dan yang disayangi .
15. Para murid harus menghargai kesetiaan kawan di Dojo dan tidak merusak Jalan Kebenaran Kyokushin dengan tidak sportif, tingkah laku yang jahat atau mengecilkan hati, juga tidak membawa perasaan yang negatif dalam Jiyu Kumite, dimana suasana untuk merugikan orang lain dapat timbul secara tidak hati-hati .
16. Seluruh anggota harus menahan diri dari gosip dan komentar yang menjelekkan murid, perguruan atau aliran seni beladiri lain .
17. Para murid yang berkeinginan berpartisipasi didalam kejuaraan - kejuaraan Kyokushin , harus berkonsultasi dulu dengan Sensei nya sebelum mendaftar .
18. Para murid yang berkeinginan mengunjungi dojo Kyokushin yang lain, harus minta ijin dengan Sensei atau Pelatih nya terlebih dahulu . Para murid yang berkeinginan mengunjungi Perguruan Kyokushin lain diluar negaranya, harus memiliki Kartu Anggota Internasional dan membawa surat rekomendasi dari Sensei nya. Selama berada di Perguruan tersebut selalu menjaga sikap hormatnya, kesopanan dan kerendahan hati terhadap murid-murid lain dan Pelatih disana .
19. Semua murid harus selalu menjaga tingkah laku mereka didalam dan diluar dojo sedemikian rupa agar tidak merusak nama baik IKO KYOKUSHINKAIKAN . Para murid dilarang keras menggunakan teknik-teknik Karate yang diperoleh untuk menciderai orang dengan sengaja, kecuali untuk mempertahankan nyawanya atau orang yang dikasihi dalam keadaan terancam .
20. Para murid harus berusaha dengan sungguh-sungguh bersikap ramah dan menahan diri dalam kehidupan sehari-hari, menjaga sikap tenang, adil dan bermoral dalam melakukan segala hal. Jangan melupakan Spirit Kyokushin : " Selalu tundukkan kepala ( rendah hati ), angkat mata tinggi-tinggi ( memiliki ambisi ) ,sedikit bicara ( perhatikan pembicaraan orang ) dan berhati yang ramah ( mem-perlakukan orang lain dengan sopan dan hormat ). Perlakukan orang lain dengan keramahan ;anak berbakti adalah titik awal ( melayani orang tuamu dengan baik )" .
"Tujuan yang paling tinggi dari seni ' Kyokushin Karate' tidak terletak pada kemenangan atau kekalahan, tetapi terletak pada kesempurnaan karakter dari para pengikutnya ".

MASUTATSU OYAMA

Sapta Prasetya Dojo


1. Saya akan selalu taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar saya diberi kekuatan untuk menghadapi cobaan dan tantangan.
2. Saya akan selalu menggembleng Jiwa dan Raga saya, untuk membentuk fisik yang sehat, cantik dan perkasa, mental yang kuat dan semangat yang pantang menyerah.
3. Saya akan selalu mendidik diri saya, dengan pekerti-pekerti yang luhur, dan mempraktekkan dalam kehidupan.
4. Saya akan selalu menjiwai nilai-nilai yang berharga dari seni bertarung Kyokushin, sesuai dengan budaya bangsa.
5. Saya akan selalu mendarma baktikan diri saya, untuk kejayaan nusa dan bangsa.
6. Saya akan selalu menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran di atas segalanya.
7. Saya akan selalu menjalankan disiplin latihan seni bertarung Kyokushin sepanjang hidup saya.

Qi Gong Ilmu Kesehatan Tiongkok kuno yang sangat bermanfaat.


Prakata

Ada sebuah kata-kata bijak yang mengatakan : Bagi kita, kesehatan memang bukan segalanya, tetapi jika kita kehilangan kesehatan, maka kita akan kehilangan segala-galanya!
Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai dalam kehidupan kita, jika kita tidak ingin kehilangan kesehatan, maka kita harus selalu menjaga dan memelihara kesehatan, agar kesehatan tidak mudah sirna dalam kehidupan kita, sebab uang (berapapun!) tidak bisa membeli atau mengembalikan kesehatan! Pada umumnya kelalaian yang kita lakukan adalah : kita hanya fokus dan peduli dengan ilmu pengobatan penyakit, tetapi lupa dan lalai mempelajari ilmu menjaga dan memelihara kesehatan! Akibatnya sangat jelas, yaitu : penyesalan!

Qi Gong, ilmu menjaga dan memelihara kesehatan.

Qi Gong adalah ilmu kesehatan Tiong kok yang telah memiliki sejarah ribuan tahun, Qi Gong adalah hasil interaksi umat manusia dengan alam, serta buah perjuangan panjang tiada akhir umat manusia melawan penyakit.
Qi Gong bersama Chung Yu (ilmu pengobatan Tiong kok) dan Zhen Qiu (tusuk jarum dan Moxa), merupakan tiga pusaka kesehatan Tiong Kok kuno, jika Chung Yu dan Zhen Qiu merupakan ilmu pengobatan untuk menyembuhkan orang sakit, maka Qi Gong adalah ilmu untuk menyembuhkan, memulihkan, memelihara dan menjaga kesehatan.
Qi Gong memiliki teori dan falsafah yang sama dengan ilmu pengobatan Tiong Kok dan tusuk jarum, yaitu teori Yin Yang U Sing (positif negatif dan lima unsur), teori Jing Luo (meridian/jalur Qi didalam tubuh ), dan teori Zang Fu (organ yang berada didalam rongga dada dan lambung ).

Teori Yin Yang.

Teori Yin Yang berpendapat, bahwa alam semesta kita dikuasai oleh hukum Yin Yang (positif negatif), teori Yin Yang tidak bisa dipisahkan dengan hukum Dui Li Tong Yi (pertentangan dalam kesatuan), dan hukum Dui Ti Tong Yi terikat dengan hukum Dong (gerak/dinamika), Bian (perubahan), dan He (harmoni), teori Yin Yang berpendapat, bahwa tidak ada kehidupan yang abadi dan pasti, semuanya berada dalam hukum dinamika dan perubahan, ketika dinamika dan perubahan didalam dua unsur yang saling bertentangan dalam kesatuan mencapai titik harmoni, maka akan lahirlah kekuatan dan kehidupan baru! Demikian juga jika kehilangan dinamika dan kekuatan untuk berubah, maka kehidupan tersebut akan berhenti dan sirna!

Teori U Sing.

Teori U Sing (lima unsur, logam, kayu, air, api dan tanah), terikat hukum Xiang Sheng Xiang Ke (saling menghidupi dan saling mematikan), lima unsur juga berinterakasi dengan lima organ dalam (jantung, ginjal,paru,hati dan limpa) dan lima arah (selatan,utara,barat,timur dan tengah), yaitu : organ jantung unsurnya api arahnya selatan, organ ginjal unsurnya air arahnya utara, organ paru unsurnya logam arahnya barat, organ hati unsurnya kayu arahnya timur, sedangkan organ limpa unsurnya tanah arahnya tengah, ketika unsur Yin Yang dan U Sing dalam kondisi harmoni, maka kita akan sehat, tetapi jika terjadi ketidak seimbangan Yin Yang didalam tubuh kita, maka kita akan sakit, dan ketika terjadi disharmoni diantara U Sing, maka akan terjadi komplikasi!

Teori Jing Luo.

Jing artinya adalah jalur, sedangkan Luo adalah jaring, Jing membujur dan melintang, berada dibawah kulit dan berada didalam daging, Jing pecah menjadi cabang, dari cabang berkembang lagi menjadi ranting, menjadi ratusan jalur, yang menghubungkan ribuan Xue Wei/titik akupuntur, saling silang menyilang membentuk Luo/jejaring yang menyelimuti seluruh tubuh, dan menghubungkan seluruh organ tubuh menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,
Teori Jing Luo berpendapat, bahwa Jing Luo adalah jalur untuk mendistribusikan Qi dan Xue/darah keseluruh tubuh, menyalurkan Wei Qi/energi untuk pertahanan/kekebalan tubuh, dan menghubungkan seluruh organ dalam.
Teori Jing Luo mengatakan, Qi adalah induk dan komando dari darah, jika Qi bergerak darahpun mengalir, jika Qi melemah, maka darahpun akan bergerak lambat..

Apakah Qi Gong itu?

Qi Gong kalau diterjemahkan adalah ilmu tentang Qi (energi kehidupan), pada jaman dahulu disebut juga Dao Yin Fa (ilmu mengarahkan dan melancarkan), Tu Na Fa (ilmu mengeluarkan dan menampung), Zuo Chan (duduk bermeditasi), Zhan Zhuang (berdiri menonggak), Nei Gong (ilmu tenaga dalam), Xing Gong (ilmu gerak), Wo Gong (ilmu berbaring) dll, setelah Tiong Kok merdeka, semuanya disebut Qi Gong.

Jenis Qi Gong.

Qi Gong ada dua jenis, yaitu Ying Qi Gong (keras) dan Ruan Qi Gong (lunak), yang keras termasuk seni bertarung (ilmu baju besi, ilmu pelindung lonceng emas, ilmu perjaka dll), yang lunak termasuk dalam ilmu kesehatan, jadi kita jangan sampai keliru didalam memilih dan belajar Qi Gong, jika kita berusia setengah baya/tua, ingin belajar Qi Gong untuk kesehatan, tetapi keliru belajar Qi Gong untuk bertarung, maka hasilnya bukan kesehatan yang kita peroleh, tetapi justru penyakit yang akan kita dapat, maka kita bisa kena hipertensi, bahkan terserang stroke, (dalam cerita-cerita silat disebut Zuo Huo Ru Mo), karena organ-organ dalam sudah lemah dan otot-otot sudah rapuh.
Bagaimana kita membedakan Qi Gong yang keras dan yang lunak? Qi Gong keras bertujuan untuk menguatkan pukulan dan tendangan, juga memperkeras bagian tubuh agar kebal, Qi Gong keras memiliki cara olah napas yang khas, yaitu menarik napas sedalam-dalamnya, menahannya dan menyalurkan/membuangnya, jika kita melakukan Qi Gong keras, kita pasti akan kelelahan, sedangkan Qi Gong lunak justru kebalikannya, menarik napas dan menyimpan kedalam Dan Tian (tempat penyimpanan Qi didalam tubuh), setelah latihan badan akan terasa segar dan bugar.

Qi Gong kesehatan.

Qi Gong kesehatan adalah ilmu yang mengolah tubuh bagian luar, dalam dan jiwa dengan memadukan unsur : olah raga, olah napas, olah dalam, olah Qi, olah batin (pikiran yang tidak diutarakan), dan olah jiwa, Qi Gong adalah satu-satunya ilmu kesehatan yang mengolah dan melatih tubuh bagian luar (otot, kulit dan tulang), bagian dalam (organ dalam, organ pencernaan, organ pembuangan, dan organ reproduksi), melancarkan peredaran Qi dan Jing Luo, mengendalikan perasaan (bahagia, marah, sedih, gembira, gelisah, stres dan takut), mengalahkan hawa napsu (makan, minum, sex, harta, popularitas, kedudukan, dan pamrih), karena kelima faktor inilah yang menentukan proses penuaan dan kesehatan kita!
Jadi jelas sekali, sebuah ilmu baru bisa disebut Qi Gong jika mengandung tiga unsur, yaitu : Diao Shen/olah raga, Diao Xi/olah napas, dan Diao Shen/olah batin/jiwa, untuk mengenal Qi Gong lebih lanjut, mari kita ulas satu persatu.

1. Olah raga.

Tubuh kita bagian luar terdiri dari kulit, otot dan tulang, ketika kita telah melewati usia pertumbuhan, maka sesuai dengan hukum alam, maka kita akan menjalani proses penuaan, kulit, otot dan tulang kita akan mengalami penyusutan secara perlahan tapi pasti, tak pelak lagi kulit kita akan menjadi keriput, otot kita akan menyusut/ mengkeret hingga 40%, tulang kita akan mengalami pengeroposan, dan sendi-sendi akan mengalami proses pengapuran! Para ilmuwan kesehatan telah membuktikan, bahwa olah raga yang teratur dan terarah, akan menghambat proses penuaan.
Salah satu teori Qi Gong adalah : Song (kendor/lemas), jika tubuh kendor/lemas maka aliran Qi menjadi lancar, jika tubuh kaku/tegang, maka aliran Qi akan melambat bahkan akan mengalami kebekuan! Untuk melemaskan tubuh, diperlukan olah raga, olah raga pada Qi Gong diwujudkan dalam Xing Gong (ilmu gerak), pada perguruan Qi Gong Bangau, ditemui pada pelinciran dan peregangan sebelum latihan, dan lima jurus Bangau, jelas sekali teknik pelinciran sendi2 dari ujung kepala hingga kaki, akan menjaga kelinciran sendi2 dan tulang2 pada tubuh kita, sedangkan teknik peregangan akan menjaga kelenturan otot2 pada tubuh kita, sedangkan jurus Bangau akan melancarkan meridian, dan membuka titik-titik akupuntur disekujur tubuh!

2. Olah napas/Olah dalam.

Pada hakekatnya ada dua metode pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut, pernapasan alami dan pernapasan terbalik, selain itu masih ada beberapa macam teknik pernapasan, yaitu : pernapasan hidung, pernapasan mulut, kombinasi pernapasan hidung dan mulut, pernapasan dengan pori-pori kulit, pernapasan janin, pernapasan kura-kura dan lain-lain.
Teknik bernapas Qi Gong kesehatan bertumpu pada napas perut (napas janin) yang alami, yaitu menarik napas dari hidung, perut dikembungkan, dan menghembuskan napas dari hidung, perut dikempeskan, napas harus panjang, dalam, halus dan konstan. Secara ilmiah bisa dibuktikan, bahwa pernapasan berhubungan langsung dengan organ jantung dan paru, pernapasan akan mempengaruhi detak jantung dan aliran darah, jika napas pendek2 maka detak jantung akan bertambah cepat, darahpun mengalir deras, jika napas panjang maka detak jantung menjadi pelan, aliran darah mengalir tenang, selain itu teknik pernapasan Qi Gong, juga secara signifikan akan menambah dan memaximalkan kemampuan paru untuk menyimpan oksigen, dan membuang lebih banyak CO2, ilmu kesehatan membuktikan, bahwa kandungan VO2 max yang tinggi, dan CO2 yang rendah, sangat mempengaruhi kesehatan dan kebugaran, jadi tak terbantahkan, bahwa teknik pernapasan Qi Gong, akan mengexploitasi dan memaximalkan kemampuan organ jantung dan paru kita, sehingga kita bisa lebih sehat dan panjang umurnya!
Disamping itu, napas perut secara sistematis akan memijat, menggerakkan, dan merangsang organ-organ pencernaan, pembuangan, dan reproduksi yang berada didalam lambung, dan kesehatan kita jelas sekali tidak bisa dipisahkan dengan fungsi pencernaan, pembuangan dan reproduksi!
"Ze Ran (alami)" adalah teori Qi Gong yang ada kaitannya dengan olah napas, jadi dalam berlatih Qi Gong, kita harus memakai metode yang alami, dalam arti kita harus bernapas dengan hidung, serta tidak boleh menahan napas, teori Qi Gong mengatakan : Shun Wo Zhe Sheng, Ni Wo Zhe Wang, (yang selaras dengan alam akan hidup, yang menentang alam akan binasa!).
Jadi pada hakekatnya, melalui olah napas, kita juga melakukan olah organ dalam.

3. Olah batin / Olah Jiwa.

a. Olah Qi.

Teori Chung Yu dan Zhen Qiu membuktikan, bahwa pada tubuh kita terdapat ribuan titik-titik akupuntur, titik-titik tersebut dirangkai oleh ratusan meridian-meridian, yang berfungsi untuk menyalurkan Qi dan darah keseluruh organ tubuh, teori Qi Gong mengatakan : Qi akan bergerak sesuai dengan batin kita, Qi juga induk dan komando dari darah, jika Qi bergerak, maka darah akan mengalir, jika Qi melemah, maka darahpun akan melambat! Selain itu, olah Qi tidak bisa dipisahkan dari olah napas, pada waktu kita menarik napas, maka Qi akan bergerak naik, pada waktu membuang napas, Qi akan bergerak turun.
Xing Gong/ilmu gerak atau jurus, dirancang untuk melancarkan meridian (ilmu Qi Gong hanya menitik beratkan pada Shi Er Jing Mai/12 meridian umum, yaitu: Shou San Yang/tiga meridian tangan unsur Yang, Shou San Yin/tiga meridian tangan unsur Yin, Zu San Yang/tiga meridian kaki unsur Yang, dan Zu San Yin/tiga meridian kaki unsur Yin, dan Qi Jing Ba Mai/8 meridian istimewa, yaitu: Du Mai, Ren Mai,Chong Mai, Dai Mai, Yin Qiao Mai, Yang Qiao Mai, Yin Wei Mai, dan Yang Wei Mai) dan membuka titik akupuntur, misalnya Bai Hui (ubun-ubun), Lao Gung (berada ditelapak tangan), Yung Qian (berada ditelapak kaki), dan Tan Dian/tempat menyimpan Qi (ada tiga, atas, tengah dan bawah, atas ada didahi, tengah berada ditengah dada dan pusar, bawah berada ditengah pusar dan kemaluan, satu garis vertikal dengan ubun-ubun), pada waktu melakukan gerakan, kita juga melakukan olah napas dan olah batin untuk melancarkan meridian, menggerakan Qi, dan membuka titik-titik akupuntur.
Sedangkan pada ilmu Jing Gong (ilmu diam), meliputi teknik berdiri menonggak, duduk, berlutut, bersila dan berbaring, olah Qi dan olah batin digunakan untuk mengambil Qi/energi dari alam untuk menambah/mengisi Qi yang ada didalam tubuh, untuk disimpan/ditampung didalam Dan Tian, melancarkan meridian), menyalurkan Qi keseluruh tubuh, serta memutar Qi sesuai orbit Qi didalam tubuh (ada dua orbit, orbit kecil/jalur Ren Mai meridian depan, Du Mai meridian belakang, Chong Mai meridian tengah, disimpan di Dan Tian bawah, dan orbit besar/jalur 12 meridian umum, disimpan di Dan Tian bawah).
Pada hakekatnya, olah Qi dan Jing Luo tidak bisa dipisahkan dengan olah batin, ketika kita menggerakan Qi dan melancarkan Jing Luo (12 meridian umum dan 8 meridian istimewa) dengan kekuatan batin, dan memutar Qi sesuai dengan orbit, sebenarnya kita sedang belajar konsentrasi, dan menghilangkan pikiran-pikiran yang berada dalam pikiran kita, karena jelas sekali pikiran yang diakibatkan oleh gejolak perasaan dan hawa napsu, akan mengganggu peredaran Qi didalam tubuh, dan mengganggu kesehatan, tujuan akhir dari ilmu diam adalah pencapaian kondisi Xu, Wu, Tian Dan (kosong, tidak ada dan hampa), atau sering disebut sebagai puncak meditasi, dimana tubuh dan jiwa kita, berada dalam kondisi harmoni!

b. Olah perasaan.

Manusia itu terdiri dari 3 unsur, yaitu : fisik, perasaan dan hawa napsu, interaksi dari ketiga unsur akan menimbulkan pikiran dan pekerti, pikiran dan pekerti sangat mempengaruhi, serta menentukan kesehatan kita!
Teori Qi Gong mengajarkan, perasaan sangat mempengaruhi kesehatan, misalnya, gembira menghantam jantung, marah memukul hati, stres melukai limpa, gelisah mencederai paru, ketakutan merusak ginjal! Selain itu perasaan-perasaan yang tidak terkendalikan, akan menyebabkan kacaunya peredaran Qi, misalnya, waktu gembira, Qi bergerak lambat, bila marah Qi akan bergerak naik, jika takut, Qi akan bergerak turun, kala sedih, Qi akan terkuras, ketika kaget, Qi akan menjadi kacau, terlalu capai, Qi akan berkurang, jika kita dalam kondisi stress akan mengakibatkan Qi menjadi beku!
Pendiri perguruan Qi Gong Bangau, guru besar Zhao Jin Xiang mengajarkan : "Belajar Qi harus belajar budi pekerti.", "Belajar Qi harus melatih tiga hati, yaitu : Xin Xin/percaya diri, Jue Xin/kemauan keras, dan Heng Xin/konsisten."
Pada hakekatnya, proses belajar Qi Gong adalah proses penyempurnaan jiwa (pengendalian perasaan dan mengalahkan hawa napsu), dan pendidikan pekerti-pekerti luhur, jadi dalam proses belajar (apapun!), jika kita bisa mengendalikan fisik yang manja, perasaan yang pembosan, hawa napsu yang serakah dan pekerti yang malas (bukan sebaliknya), kita pasti akan mendapatkan hasil! “ Gong Fu Bu Fu You Xin Ren, ilmu (apapun) tidak akan pernah mengecewakan orang yang mempunyai kemauan! “
Guru besar Zhao Jin Xiang juga mengatakan : “ Zhu Ren Wei Le, membantu orang sebagai kesenangan “, makin banyak membantu orang, makin banyak kegembiraan, " Seorang yang memiliki ilmu Qi Gong yang tinggi, pasti memiliki moral yang mulia, mental yang kuat, semangat yang tinggi, budi pekerti yang luhur, serta memiliki fisik yang sehat!"

c. Olah hawa napsu.

Kesehatan kita tidak bisa mengesampingkan kemampuan kita mengalahkan hawa napsu (makan, minum, sex, harta, popularitas, kedudukan, dan pamrih/egois), karena Wu Ji Bi Fan, segala sesuatu jika berlebihan pasti akan menjadi bencana! Menghadapi keserakahan hawa napsu, kita harus bisa Shi Kou Er Zhi/berhenti ketika sudah cukup! Setiap manusia pasti memiliki hawa napsu, tetapi jika kita ingin hidup sehat jiwa raganya dan bahagia, seyogyanya kita tidak mengumbar hawa napsu kita, tetapi bisa memelihara dan mengendalikannya!
Salah satu dari hawa napsu yang setiap hari kita hadapi adalah makan, ada sebuah kata bijak yang mengatakan : kesehatan kita adalah apa yang kita makan! Sebuah pepatah dari Tiong Kok juga mengatakan : Bing Cong Kou Ru, penyakit itu masuk dari mulut! Jelas sekali kesehatan kita tidak bisa dipisahkan dengan apa yang kita makan, jadi tidak bisa dibantah lagi, jika kita ingin sehat, maka kita harus belajar dan mengetahui apa yang harus kita makan, apa yang harus kita kurangi, dan apa yang harus kita pantang!
Secara umum kita semua pasti sudah mengerti tentang ilmu gizi, misalnya, kita membutuhkan makanan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita, seperti karbohidrat untuk dirubah menjadi energi/tenaga, protein untuk regenerasi sel-sel tubuh yang mati, mineral dan vitamin untuk mendukung proses metabolisme tubuh, serat untuk membantu proses pembersihan kotoran dan pembuangan.
Karbohidrat didapat dari nasi, terigu, palawija, umbi-umbian, gula dll, protein didapat dari daging (sapi, babi, kambing dan unggas), ikan laut dan tawar, telur, susu dan produk-produk dari susu, kacang-kacangan dll, sedangkan mineral, vitamin dan serat terdapat di palawija, sayur-sayuran, buah-buahan dll.
Kebutuhan kita akan karbohidrat dan protein setiap harinya tidaklah banyak, secara umum kurang lebih hanya 2 gram dikalikan berat badan kita, jika kita memiliki berat 60 kg gram, dikalikan 2 gram maka kita kurang lebih hanya butuh 120 garam perhari, kebutuhan sebesar itu jelas tidak dikonsumsi sekaligus, tetapi dibagi menjadi 3 x sampai 5 x sehari, (secara ilmiah, porsi makan yang kecil, selain tidak akan memberatkan organ pencernaan kita, juga akan memaximalkan penyerapan), biasanya kesalahan kita adalah pola makan dalam porsi yang berlebihan, juga tidak proporsionalnya kandungan karbohidrat, protein, dengan mineral, vitamin dan serat!
Karbohidrat yang berlebihan akan diubah oleh tubuh kita menjadi lemak dan disimpan didalam tubuh, minyak dan lemak jenuh yang tidak bisa diserap oleh tubuh akan menumpuk dialiran darah dan urat nadi, gula yang berlebihan akan menyebabkan kandungan gula darah meningkat, jelas sekali pola makan yang berlebihan pasti akan menimbulkan penyakit penyakit dalam yang mematikan, misalnya : darah tinggi, jantung koroner, diabetes dll, yang bisa memicu terjadinya komplikasi organ-organ tubuh yang lain, seperti hati dan ginjal! Sedangkan rokok dan perilaku sex yang tidak sehat, bisa memicu kanker, penyakit kelamin, bahkan aids!
Selain makan kita juga harus minum air dengan cukup, jelas sekali kita juga tidak bisa mengabaikan peran air dalam kesehatan, air sangat vital bagi tubuh kita, karena 70% dari tubuh kita terdiri dari air, air kalau mengalir pasti bisa membuang kotoran, tetapi jika melambat atau tersumbat, akan membusuk dan menimbulkan penyakit!
Secara umum kita membutuhkan kurang lebih 2 liter air perhari, yang harus diminum sedikit demi sedikit, kekurangan asupan air akan menyebabkan kacaunya metabolisme tubuh, memicu batu ginjal, batu empedu dan merusak ginjal, bahkan kondisi dehidrasi yang berat bisa merenggut nyawa kita!
Minuman yang kandungan alkoholnya rendah, seperti bir, bir hitam, anggur, whisky dll, jika dikonsumsi dalam takaran yang pas, sangat bermanfaat untuk kesehatan, tetapi biasanya kita lepas kendali, sehingga terjadi kecanduan, jelas sangat merusak kesehatan jiwa dan raga kita!
Tak pelak lagi kecerdasan makan dan minum kita, adalah kesehatan kita, demikian juga dengan kemampuan olah hawa napsu yang lain (sex, harta, popularitas, kedudukan, dan pamrih), sangat menentukan kesehatan jiwa dan raga kita!

Cuaca dan lingkungan.

Selain itu perubahan musim dan cuaca, juga akan mempengaruhi kesehatan kita, misalnya : musim hujan dan musim kemarau, suhu udara yang panas menyebabkan Qi buyar, suhu yang dingin akan menyebabkan Qi mengecil/mengkeret ! Untuk menjaga kesehatan kita, kita harus menyesuaikan pakaian, makanan dan minuman, seiring dengan pergantian cuaca dan suhu udara.
Demikian juga dengan lingkungan, lingkungan yang kotor, polusi udara, air dan suara, jelas akan sangat mempengaruhi kesehatan kita.

Teori Qing, Qi dan Sen.

Teori Chung Yu, Zhen Qiu dan Qi Gong berpendapat, bahwa: manusia memiliki tiga pusaka, yaitu : Qing, Qi dan Sen, Qing adalah materi yang membentuk kehidupan, Qi adalah energi yang memberi kehidupan, sedangkan Sen adalah hasil yang bisa kita lihat dari kinerja Qing dan Qi, kalau dianalogkan secara sederhana, maka Qing adalah balon lampu, Qi adalah listrik, begitu sekaklar di-on-kan, maka cahaya balon itu adalah Sen, jika balon hampir apkir, meski arus listrik kuat, maka cahaya akan redup dan berkedip, demikian juga walau balonnya baru, tapi voltase listrik turun, maka cahaya menjadi redup dan berkedip.
Qing ada Qing bawaan dari kedua orang tua, juga Qing yang didapat setelah dilahirkan, dari udara, air, dan makanan, demikian juga dengan Qi.
Qing, Qi dan Sen adalah tritunggal yang tidak bisa dipisahkan dan saling mempengaruhi, teori Qi Gong mengajarkan, bahwa Qi digerakkan dengan batin/pikiran, jika Qi bergerak, maka aliran darahpun lancar,. melalui olah raga, olah napas, olah batin dan olah Qi, dan olah jiwa, kita melancarkan meridian2, sehingga Qi dapat mensuplay energi keorgan (Qing) dengan baik, maka kita akan menjadi sehat (sen)!

Jiwa feodal dan tahayul.
.
Keberadaan Qi Gong telah memiliki usia ribuan tahun, dimana pada waktu itu, Tiong Kok masih berada dijaman feodal, jadi penyebaran Qi Gong sangat terbatas dikalangan elite kerajaan atau keluarga bangsawan. Setelah Tiong Kok merdeka, jiwa feodal makin terkikis dan mulai menyebar kekalangan masyarakat luas, puncaknya adalah pada tahun 80 an, dimana Qi Gong mencapai puncak perkembangannya, dan menyebar keseluruh pelosok dunia!
Disamping itu, karena pengaruh budaya masa lalu, Qi Gong sangat sarat dengan ajaran-ajaran tahayul, misalnya : dengan berlatih Qi Gong, orang bisa memiliki kekuatan supra natural, memasuki dimensi kehidupan yang lain, alias bisa melihat setan, memiliki kekuatan yang mampu menjungkir balikkan orang, bisa menyembuhkan orang dalam sekejab, menyembuhkan orang jarak jauh (bahkan sampai diujung duniapun), bisa hidup abadi, dan masuk kenirwana!
Saya tidak membantah, bahwa latihan Qi Gong memang bisa memunculkan bakat supra natural seseorang, tetapi orang yang memiliki bakat indigo tersebut, jumlahnya sangat minim! Yang banyak kita jumpai adalah orang-orang, yang memanfaatkan keabstrakan dan ketidak tahuan orang, dengan berbagai cara dan trik-trik tertentu, untuk menipu dengan tujuan-tujuan politis, serta menumpuk harta kekayaan!
Untuk belajar Qi Gong, kita harus memiliki sikap yang jujur dan tujuan yang benar, yaitu belajar Qi Gong untuk memperbaiki dan memelihara kesehatan, serta untuk menjalani kehidupan dengan lebih senang dan bahagia! Buang jauh-jauh jiwa feodal, tahayul, egois dan pamrih, karena sebuah ilmu baru bisa disebut berharga, jika makin banyak orang yang mempelajari dan mendapatkan manfaatnya! Hindari mengkultuskan ilmu atau orang, karena hanya akan menyesatkan dan menjerumuskan diri kita! Didalam mempelajari Qi Gong, gunakanlah nalar, akal sehat dan logika, sehingga kita tidak tertipu oleh segelintir orang yang memiliki pamrih tidak benar. Buang jauh-jauh budaya instan, karena didunia ini tidak ada ilmu yang instan! Untuk mendapatkan sebuah ilmu, kita mutlak harus selalu tiada henti untuk belajar, serta tiada mengenal lelah dan menyerah dijalan latihan!


Penyembuhan dengan Qi.

Qi bisa digunakan untuk menyembuhkan orang sakit, tetapi tidak semua orang yang latihan Qi Gong bisa menyembuhkan orang dengan Qi, hanya orang-orang yang sudah terlatih dan memiliki dasar Qi yang kuat, dan sudah mampu mengambil Qi dari alam, menguasai Qi didalam tubuh, serta mampu memutar Qi sesuai dengan orbit kecil dan orbit besar, dan bisa menyalurkan Qi ke Lao Gung (titik akupuntur yang berada ditelapak tangan), untuk memindahkan Qi kependerita, baru bisa menggunakan Qi untuk menyembuhkan orang, penyembuhan dengan Qi sangat manjur dan mujarab bagi penyakit-penyakit degeneratif, atau komplikasi yang diakibatkan oleh melemahnya organ dalam, bahkan kanker!
Pada umumnya ada dua metode penyembuhan dengan Qi, yaitu Fa Qi (mengambil Qi dari alam dan melepaskannya kependerita), Guan Qi (menggunakan Yuan Qi/qi murni dari dalam Dan Tian dan menyalurkan ke Lao Gung, menempelkan ke titik-titik akupuntur dan meridian penderita, sesuai dengan gejala penyakit), metode pertama jelas kurang bermanfaat, dan diragukan hasilnya, sedangkan metode yang kedua jelas sangat mujarab, bahkan bisa membuat mukjijat, tetapi sangat menguras Qi dan sangat merugikan penyalur, selain itu sipenyalur kalau dalam kondisi lemah, bisa terpapar oleh Bing Qi (qi penyakit) dan menjadi sakit!
Penyembuhan dengan Qi memerlukan waktu yang lama, selain sangat munguras Qi, juga merupakan tindakan yang sangat berat, jadi penyembuhan dengan Qi sangat tidak dianjurkan, kecuali dalam kondisi gawat darurat, jadi sebaiknya ketika sisakit sudah mulai sehat, dianjurkan untuk latihan Qi Gong untuk mengembalikan kondisinya, serta menuntaskan penyakitnya!

Rangkuman.

Ilmu kesehatan adalah ilmu yang sangat luas dimensinya dan holistic, serta mencakup banyak aspek kehidupan dan disiplin ilmu yang lain, misalnya : ilmu olah raga, olah napas, olah batin (kecerdasan emosi, kecerdasan menghadapi tantangan, dan kecerdasan jiwa), olah Qi, dan olah jiwa (pengendalian perasaan, hawa napsu, mental dan spirit, serta budi pekerti), ilmu gizi/makan, ilmu lingkungan dll.
Ilmu olah raga, ilmu olah napas, ilmu olah batin, ilmu olah Qi, ilmu olah jiwa, dan ilmu olah makan, adalah mata rantai ilmu kesehatan yang saling kait mengait, saling isi mengisi, serta tidak bisa dipisahkan.
Buang jauh-jauh anggapan dengan belajar ilmu kesehatan, misalnya: Qi Gong, Yoga, Tai Chi, meditasi, olah raga atau makan/minum suplemen kesehatan, kita langsung bisa menjadi sehat, panjang umur dan tidak bisa sakit! Tetapi jika kita tidak memperhatikan aspek-aspek dan ilmu-ilmu yang saya uraikan diatas, maka kita pasti akan kecewa dan tidak akan mendapatkan hasil seperti yang kita inginkan.
Selain itu, kita juga harus mewaspadai mitos suplemen/makanan tambahan yang diplesetkan menjadi makanan kesehatan, janganlah mudah percaya dengan promosi yang berlebihan, kalau tidak ingin tertipu! Selain itu jangan mengkonsumsi suplemen dan jamu-jamu yang tidak terdaftar, atau makan/minum daun-daunan, tumbuh-tumbuhan, buah buahan yang dimitoskan bisa menyembuhkan penyakit, Wu Ji Bi Fan, apapun (makanan, vitamin, obat, jamu, latihan) jika dikonsumsi secara berlebihan dan melebihi dosis, justeru akan mendapat hasil yang berlawanan!
Tulisan ini saya akhiri dengan ajaran dari guru besar Zhao Jin Xiang, "Berlatih Qi Gong harus membangun pondasi selama 100 hari ", " Qi Gong adalah ilmu 1000 hari ", " belajar Qi Gong ibarat mendaki gunung yang tinggi, makin keatas makin berat dan sulit, tetapi jika kita mau bertahan dan mendaki terus, suatu ketika kita pasti akan mencapai puncak tertinggi !", pepatah Tiong Kok kuno juga mengatakan, “ Gong Fu Bu Fu You Xin Ren, ilmu (apapun) tidak akan pernah mengecewakan orang yang memiliki kemauan." “Zhi Yao Gong Fu Shen, Tie Gan Mo Cheng Zhen, jika kita memilki kemauan, sebatang besi bisa kita gosok menjadi sebatang jarum." Kita harus memiliki semangat dari “Yu Gong Yi Shan, kakek lugu memindahkan gunung”, sedikit demi sedikit, akhirnya bisa memindahkan bukit!
Belajar Qi Gong ibarat mendaki gunung Everest, dikaki gunung selalu berkumpul banyak orang , ada yang mengagumi keindahannya, ada yang terpana memandang kemegahannya, ada yang ingin mendaki, tetapi tidak punya keberanian dan membatalkannya, ada yang baru mendaki sebentar langsung turun, karena bekalnya minim, serta peralatannya tidak memadai, ada juga yang sampai ditengah dan berhenti karena sudah merasa puas, ada juga yang tersesat dan tidak mendapatkan apa-apa, bahkan kehilangan nyawa, tetapi ada juga yang tidak pernah mengenal lelah dan puas, terus mendaki keatas! Tak pelak lagi, jika didalam mempelajari Qi Gong, kita memliki semangat nenek penggosok jarum dan kakek lugu memindahkan gunung, tiada pernah henti untuk belajar dan latihan, adalah hal yang tidak terbantahkan, bahwa : suatu hari nanti, kita pasti akan mencapai puncak!
Pada hakekatnya, proses latihan Qi Gong adalah proses pendidikan kejiwaan, keragaan dan budi pekerti, selama latihan terjadi pembajaan mental, pembaruan semangat, dan penghalusan budi pekerti, serta penempaan fisik! Melalui latihan, kita bersihkan diri kita dari perasaan bosan dan jenuh, melalui latihan, kita singkirkan hawa napsu kita yang serakah! Melalui latihan kita buang pekerti-pekerti kita yang rendah, misalnya manja, bosan, serakah, malas, sombong, rendah diri, bohong, mudah menyerah dll! Melalui latihan kita singkirkan penyakit didalam tubuh kita, melalui latihan kita mengeksplorasi dan mengeksplolitasi semaximal mungkin, energi-energi dan kemampuan tubuh kita yang terpendam, melalui latihan kita sempurnakan jiwa dan raga kita, serta tanpa mengenal lelah dan putus asa, tiada henti mencari jati diri kita, yang selama ini terkubur dalam-dalam didasar lautan keserakahan hawa napsu kita!



Daftar pustaka : Prambanan 2 Mei 2005.
1, Zhong guo he xiang zhuang qi gong. Zhao Jin Xiang.
2. Zi zai qi gong. Zhao Jin Xiang. Lie Chuan Xuan/Silvester Sebastian
3. Ilmu Akupuntur. Tse Ching San. ditulis ulang 2 September 2008.

press release kejurnas


Di dalam sambutannya Ketua Umum Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia, Sensei Ignasius Haryoso memaparkan visi dan misi Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia sebagai institusi pembentukan karakter dan jiwa nasionalisme, jiwa kepemimpinan, dan jiwa kewirausahaan. Dalam usianya yang menginjak bulan ke-6, Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia sudah menunjukkan jati dirinya sebagai leader dan entrepreneur dengan menggelar Kejuaraan Antar Dojo Tingkat Nasional Piala Rektor UKDW pada 8 Maret 2009 di Auditorium Koinonia UKDW. Pada sambutan ini pula, Ketua Umum menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Universitas Kristen Duta Wacana, panitia pelaksana, seluruh jajaran pengurus pusat dan daerah, dan seluruh peserta. Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia akan terus menggelar kejuaraan yang bersifat nasional dan daerah minimal 2 kali setiap tahunnya, untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat latihan dari murid Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia.
Pada kesempatan ini, Rektor UKDW Pdt. Dr. Budyanto memberikan sambutan dan mengatakan bahwa visi dan misi Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia seiring dengan visi dan misi UKDW, dan menyatakan akan selalu mendukung dan memback-up kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Pdt. Dr. Budyanto mengakhiri sambutannya sekaligus membuka Kejuaraan Antar Dojo Tingkat Nasional Piala Rektor UKDW dengan prosesi pemukulan gong, disaksikan oleh Ketua Umum Ignasius Haryoso, Ketua Harian Anwar Priyadi, dan Ketua Dewan Guru Silvester Sebastian. Juga menghimbau lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia atau ingin mengetahui lebih jauh, dapat menghubungi secretariat Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia Jl. Kol. Sugiono 36 Yogyakarta telp (0274) 496093, 496063, 08164264911.
Kejuaraan Antar Dojo Tingkat Nasional Piala Rektor UKDW diikuti oleh 76 atlit dari 11 dojo yang berasal dari DIY, Surabaya, Bali, Kaltim, dan Riau. Dimulai sejak pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Hasil kejuaraan adalah sebagai berikut :

Kelas Anak B
Juara 1 : I Dewa Gede Eka Mahendra (Dojo BPS, Denpasar, Bali)
Juara 2 : Muhammad Taufik Hidayat (Dojo Ryu-Ki, Kalasan, DIY)
Juara 3 : Putu Ari Kusuma (Dojo Athena, Bali)
Juara 4 : Gianka Akbar (Dojo SMAN 3, Bantul, DIY)

Kelas Anak A
Juara 1 : I Gusti Agung Lingga Yudhistira (Dojo Athena, Bali)
Juara 2 : Made Ngurah Mulia Pradipta (Dojo Garyu, Bali)
Juara 3 : Made Kusuma Yoga (Dojo Athena, Bali)
Juara 4 : Oko Rio (Dojo Tora, Prambanan, DIY)

Kelas Pra Remaja
Juara 1 : Berlit Dedy Setiawan (Dojo Tora, Prambanan, DIY)
Juara 2 : Setya Aji Pratama (Dojo Tora, Prambanan, DIY)
Juara 3 : Haryo Jalu (Dojo SMAN 3, Bantul, DIY)
Juara 4 : Khana Pramudya (Dojo Tora, Prambanan, DIY)

Kelas Remaja
Juara 1 : Made Sugiandika (Dojo Garyu, Bali)
Juara 2 : Ibnu Kajar Wicaksono (Dojo Tora, Prambanan, DIY)
Juara 3 : Gregorio Nathanael (Dojo Tora, Prambanan, DIY)
Juara 4 : Pipin Wiwaha (Dojo Tora, Prambanan, DIY)

Kelas Bebas Putri
Juara 1 : Dita Rahmawati (Dojo Ryu-Ki, Kalasan, DIY)
Juara 2 : Shinta Permatasari (Dojo SMAN 3, Bantul, DIY)
Juara 3 : Listia Uqi Pratiwi (Dojo Ryu-Ki, Kalasan, DIY)
Juara 4 : Nugraha Arini (Dojo SMAN 2, Bantul, DIY)

Kelas Bebas Putra
Juara 1 : Singgih Adlin Diarsa (Dojo Ryu-Ki, Kalasan, DIY)
Juara 2 : Dewa Kadek Purnama (Dojo Garyu, Bali)
Juara 3 : M. Sadam (Dojo SMAN 2, Tenggarong, Kaltim)
Juara 4 : Johanes Situmorang (Dojo Taka, UKDW, DIY)

Minggu, 08 Maret 2009

Daftar Juara Kejuaraan Antar Dojo Piala Rektor UKDW

Hasil Kejuaraan Antar Dojo Piala Rektor UKDW yang dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Minggu / 8 Maret 2009
Tempat : Gedung Koinonia Universitas Kristen Duta WacanaWaktu : 08.00 – selesai

Kelas Anak B

Juara 1 : I Dewa Gede Eka Mahendra ( Dojo BPS, Denpasar, Bali )
Juara 2 : Muhammad Taufik Hidayat ( Dojo Tora, Prambanan , DIY )
Juara 3 : Putu Ari Kusuma ( Dojo Athena, Bali )
Juara 4 : Gianka Akbar ( Dojo SMUN 3, Bantul )


Kelas Anak A

Juara 1 : I Gusti Agung Lingga Yudhistira ( Dojo Athena, Bali )
Juara 2 : Made Ngurah Mulia Pradipta ( Dojo Garyu, Bali )
Juara 3 : Made Kusuma Yoga ( Dojo Athena, Bali )
Juara 4 : Oko Rio ( Dojo Tora, Prambanan, DIY )


Kelas Pra Remaja

Juara 1 : Berliet Dedy Setiawan ( Dojo Tora, Prambanan, DIY )
Juara 2 : Setya Aji Pratama ( Dojo Tora, Prambanan, DIY )
Juara 3 : Hayo Jalu ( Dojo SMUN 3 Bantul, DIY )
Juara 4 : Khana Pramuditya ( Dojo Tora, Prambanan, DIY )


Kelas Remaja

Juara 1 : Made Sugandika ( Dojo Garyu, Bali )
Juara 2 : Ibnukajar Wicaksono ( Dojo Tora, Prambanan, DIY )
Juara 3 : Gregorio Nathanael ( Dojo Tora, Prambanan, DIY )
Juara 4 : Pipin Wiwaha ( Dojo Tora, Prambanan, DIY )


Kelas Bebas Putri

Juara 1 : Dita Rahmawati ( Dojo Ryu-Ki, Kalasan, DIY )
Juara 2 : Shinta Permatasari ( Dojo SMUN3, Bantul, DIY )
Juara 3 : Listia Uqi Pratiwi ( Dojo Ryu-Ki, Kalasan, DIY )
Juara 4 : Nugraha Arini ( Dojo SMUN 2, Bantul, DIY )
Kelas Bebas Putra
Juara 1 : Singgih Adlin Drarsa ( Dojo Ryu-Ki, Kalasan, DIY )
Juara 2 : Dewa Kadek Purnama ( Dojo Garyu, Bali )
Juara 3 : M. Sadam ( Dojo SMAN 2, Tenggarong, Kaltim)
Juara 4 : Johanes Situmorang ( Dojo Taka UKDW, Jogjakarta, DIY )

Penyempurnaan Tiada Akhir

Bagian pertama
Kyokushin Karate : Penyempurnaan tiada akhir.
Oleh : Silvester Sebastian.

Ketika kita mendengar nama Kyokushin karate, akan terbayang sosok seorang pemuda bertubuh kekar berotot, Masutatsu Oyama, pendiri Kyokushin karate, sedang menghadapi pertarungan dengan seekor banteng jantan, menahan serudukan sang banteng dengan kedua tangan, menahan sebentar dan menekannya kebawah, dengan cepat melancarkan sebuah pukulan geledek seiken gedan tsuki yang nyaris tidak terlihat oleh mata (karena kekuatan dan kecepatannya), tepat ditengah-tengah kedua mata banteng, dan terdengar suara derak gemeretak tulang yang remuk, terkena kento ( bagian terkuat dari kepalan tangan yang terbentuk dari pangkal ruas jari telunjuk dan jari tengah, dimana kekuatan tenaga dalam yang bersumber dari tanden memancar ), serta menghabisinya dengan jurus shuto mawashi hizo uchi ( pisau tangan yang terbentuk dari tulang terusan jari kelingking yang sangat keras ), bagai kilat yang menyambar memotong tanduk sang banteng, badan sang banteng bergetar hebat dan mencoba bertahan, lalu jatuh bersimpuh tiada daya diantara keempat kakinya, serta merebahkan kepalanya dengan diiringi oleh lenguhan panjang meregang nyawa!



Selain itu, Kyokushin karate juga terkenal dengan metode latihan-latihan fisik yang keras, disiplin yang spartan, serta sistim pertarungan full contact knock down ( pukul dan tendang langsung tanpa pelindung, nilai dihitung jika pukulan dan tendangan yg masuk memberi efek kesakitan, TKO atau KO ), maka tak pelak lagi, terbentuklah image Kyokushin karate sebagai perguruan seni bertarung yang keras, bahkan oleh sebagian orang yang tidak mengerti tentang Kyokushin karate, diberi label : brutal dan sadis!



Apa benar Kyokushin karate itu brutal dan sadis? Sebagai orang yang dibesarkan di Kyokushin karate sejak tahun 1973, melalui tulisan ini, saya ingin memaparkan, apa itu Kyokushin karate, sehingga kita bisa mengerti dan memahami dengan benar tentang Kyokushin karate, apa saja visi & misinya yang luhur, serta nilai-nilai berharga yang terkandung, yang amat sangat dibutuhkan & bermanfaat bagi kita semua, terlebih bagi generasi muda, ditengah-tengah krisis & erosi, baik sosial maupun budaya, sehingga bisa menjadi secercah suar, bagi pencarian jati diri generasi muda dan bangsa!

Bundo & Budo : metode pendidikan yg menyempurnakan.
Ditengah-tengah belantara seni “ bela diri “ di tanah air, yang sedang bergairah menjadikan seni “ bela diri “ sebagai insitusi olah raga, prestasi, seni hiburan dan seni pertunjukan, bahkan dijadikan sebagai alat untuk mengumpulkan uang, Kyokushin karate adalah satu-satunya perguruan yang masih konsisten mempertahankan nilai-nilai luhur dan berharga dari seni bertarung kuno, yaitu : Budo ( jalan perang/pertarungan ).
Budo sebenarnya adalah sebuah metode pendidikan, pada jaman dahulu ada dua metode pendidikan yaitu: Bundo & Budo, Bundo adalah sebuah metode pendidikan yang berbasickan iptek ( kognisi ), sedangkan Budo adalah sebuah metode pendidikan kejiwaan yang berlandaskan olah raga ( afeksi & psycho motoric ), atau yang lazim disebut sebagai character building! Jika bangsa Tiong Hoa mengatakan Wen Wu shuang quan ( kedua metode akan menyempurnakan ), maka bangsa Jepang mengatakan Bun Bu ichi ( kedua metode tidak bisa dipisahkan )! Kedua metode ini memiliki kelebihan dan tentunya juga kelemahan, jika Bundo itu terlalu lunak, sehingga tidak bisa tegak, maka Budo itu terlalu keras , sehingga mudah retak! Penyatuan kedua unsur keras dan lunak, akan melahirkan unsur yang lentur! Jadi jelas sekali bahwa : perpaduan kedua metode pendidikan ini akan saling mengisi dan menyempurnakan, dan melahirkan generasi-generasi yang cerdas, sehat dan perkasa, memiliki karakter sbb : moral yg mulia, pekerti yang luhur, mental yang kuat, semangat yang tinggi, serta menguasai seni berperang/bertarung yang mumpuni! Tak pelak lagi, itulah yang disebut sebagai watak pendekar/satria! Atau kalau mau disebut dengan lebih jelas lagi, itulah metode pendidikan calon-calon pemimpin! Peminpin-peminpin yang tidak haus kekuasaan dan kemaruk dengan uang!



Jika kita mempelajari kebesaran sejarah bangsa Tiong Kok yang telah berusia 5.000 tahun, keberhasilan mereka tidak lepas dari pemahaman dan kesadaran mereka tentang pendidikan, sedangkan bangsa Jepang baru bangkit pada jaman dinasti Tang ( tahun 618 – 907 ), setelah mereka seratus persen mengambil alih seni, sosial, budaya, politik, ekonomi, teknologi dan agama yang berlaku di dinasti Tang, ( bahkan huruf Han yu pun dicopy ), setelah itu mereka melakukan pembaruan dan pengembangan sesuai dengan kondisi dan tradisi Jepang, dan menjadikan Jepang sebagai negara yang kuat dan maju pada jaman itu!



Jika kita melihat kemajuan kedua bangsa saat ini, ditengah-tengah dominasi absolut negara barat dalam percaturan dunia, baik sosial, budaya, politik, ekonomi, teknologi, dan militer, mereka ternyata mampu menembus dominasi dan blokade dunia barat, dan berhasil mensejajarkan diri, dengan negara-negara super power didunia, baik secara ekonomi, teknologi, maupun militer, pada bulan Oktober tahun 2007, Tiong Kok dengan cadangan devisa sebesar 1,433 trilyun US dollar, menjadi negara pemilik devisa terbesar no. 1 didunia, diikuti Jepang pada urutan kedua dengan cadangan devisa sebesar 945,6 milyar US dollar.



Jika Jepang yang hancur lebur setelah dibom atom oleh Amerika Serikat pada tahun 1945, dan dibebani oleh hutang pampasan-pampasan perang yang sangat besar, hanya dalam waktu yang relatif singkat, kurang lebih 20 tahun, mampu bangkit, tumbuh & berkembang menjadi negara maju & kuat ekonominya, serta mampu mensejajarkan diri dengan Amerika Serikat & negara-negara barat lainnya (pada hal Jepang adalah negara yang sangat miskin sumber daya alamnya!).



Maka Tiong Kok adalah negara di Asia pertama yang berhasil membuat bom atom pada tahun 1965, meluncurkan satelitnya pada tahun 1970, dan negara ketiga didunia yang mampu mengirimkan antariksawan keluar angkasa pada tahun 2003 , bahkan jika melihat pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang begitu pesat dan konsisten dari Tiong Kok pada dekade ini, maka bukan tidak mungkin, Tiong Kok akan menjadi negara super power no. 1 didunia, dalam tempo paling lama 20 tahun lagi!



Kita juga bisa menyaksikan, bahwa negara disemenanjung Asia dan Asia tenggara, yang mendapat pengaruh budaya dari Tiong Kok, baik secara langsung atau tidak langsung, seperti Korea selatan, Vietnam, Singapura, dan Muangthai, juga beberapa wilayah khusus dari RRC, Makao, Hongkong Dan Taiwan, juga telah bangkit dan berkembang menjadi negara yang stabil ekonominya dan kuat militernya!



Keberhasilan mereka jelas tidak lepas dari keseriusan & kesungguhan mereka terhadap pendidikan, serta pemahaman dan implemensi secara tepat kedua metode pendidikan ( Wen/Bun, dan Wu/Bu ) kedalam kurikulum pendidikan nasional mereka!



Untuk lebih memahami kedua metode pendidikan, khususnya Wu / Budo, saya akan memaparkan lebih lanjut bagi anda.

Hukum alam.
Segala sesuatu yang ada dalam kehidupan dibumi ini, terikat oleh hukum alam, yaitu : hukum Yin & Yang, atau hukum positif & negatif, ada Yin, pasti ada Yang, ada positif, pasti ada negatif! Jadi jika ada yang baik, pasti ada yang buruk, jika ada yang benar pasti ada yang salah! Kita tidak mungkin berada diluar hukum alam ini, karena jika tidak ada unsur yang negatif, bagaimana kita tahu unsur yang positif? Jika tidak pernah melihat warna hitam, bagaimana kita bisa mengenal warna putih? Didalam diri kita, juga terdapat kedua unsur tadi, misalnya : esensi dari fisik kita adalah manja & ulet, perasaan adalah bosan & setia, hawa napsu adalah serakah & nrimo, pekerti adalah rendah & luhur, semangat adalah tinggi & rendah, sedangkan dari sisi moral adalah kotor & mulia!



Seperti yang kita ketahui, bahwa diri kita ini terdiri dari fisik, perasaan, dan hawa napsu, interaksi ketiga unsur tersebut akan menimbulkan pikiran, semangat, dan pekerti, baik atau buruknya moral kita, ditentukan oleh kemampuan kita menguasai fisik, menahan perasaan, membelenggu hawa napsu, membangkitkan semangat, dan mengendalikan pekerti, kemampuan tersebut disebut mental!

Budo ( pendidikan psycho motoric ).
Budo adalah metode pendidikan yang berbasickan disiplin yang spartan, serta latihan-latihan fisik yang keras , untuk menumbuhkan mental “ hidup atau mati “.” membunuh atau dibunuh “, “ menghadapi kematian seperti pulang kerumah “,” wajah tidak berubah, hati tidak bergetar ”, “ menyongsong kematian dengan senyum “, “ 20 tahun lagi akan terlahir sebagai seorang pemuda/reinkarnasi “, mempelajari strategi-strategi dan teknik-teknik perang/bertarung, melatih ketrampilan membunuh lawan, baik dengan tangan kosong, maupun senjata, untuk memenangkan peperangan/pertarungan dengan cepat, serta mencapai tingkatan “ ichi geki hi satsu/membunuh dengan satu pukulan “! Serta mengobarkan semangat “ membalas dendam seluas lautan darah yang tak bertepi, menuntut kesumat sedalam jurang yang tak berdasar! “, yang akan terus menyala & berkobar sampai akhir hayat!



Jelas dan gamblang, sedikitpun tidak ada unsur peri kemanusiaan dalam doktrin-doktrin budo, yang ada hanya kebrutalan, sadis dan barbar, bahkan penumpasan ras, seperti yang terekam dalam sejarah umat manusia!



Jadi tidak bisa dibantah lagi, bahwa Budo akan melahirkan budaya kekerasan yang menimbulkan tragedi kemanusiaan, seperti kesalahan yang dilakukan oleh bangsa Jepang pada perang dunia ke 2, karena kekeliruan yang amat fatal didalam menterapkan pendidikan Budo, akhirnya berkembang menjadi negara “ militerisme “ yang sangat agresif dan expansive, sehingga menimbulkan penderitaan dan bencana, bagi bangsa-bangsa di Asia dan Asia tenggara khususnya, seluruh bangsa-bangsa didunia umumnya, serta akhirnya membawa mala petaka dan kehancuran bagi bangsa Jepang sendiri!



Masih belum pupus dari ingatan kita, serentetan peristiwa kekerasan yang terjadi dikampus IPDN Jatinangor, yang telah merenggut nyawa secara sia-sia beberapa prajanya, juga kasus-kasus kekerasan lainnya, baik secara fisik maupun psykis, yang terjadi di sekolah-sekolah menengah pertama & atas, maupun perguruan-perguruan tinggi dinegara kita, baik yang dilakukan oleh para guru maupun siswanya, dengan dalih perploncoan & disiplin, yang telah menjadi budaya dilingkungan pendidikan kita, dikarenakan ketidak pahaman mereka, serta secara statis & dogmatis mengadopsi metode pendidikan militer, akhirnya malah terimbas sisi negatif dari metode tersebut, serta menimbulkan korban-korban, yang semestinya tidak perlu terjadi!



Sesuai dengan hukum alam, perang dan kekerasan tidak mungkin dihapus dari muka bumi! Karena perang & damai, kekerasan & kasih, adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan! Seperti beberapa adagium yang sangat terkenal didunia, yaitu : “ jika kita menginginkan perdamaian, maka kita harus siap berperang! “, “ kasih tanpa kekuatan adalah ketidak berdayaan, sedangkan kekuatan tanpa kasih adalah kekerasan!”. Hanya jika kita telah mengalami penderitaan & tragedi yang diakibatkan oleh perang, kita baru bisa menikmati ketenteraman & kebahagiaannya perdamaian! Demikian juga jika kita telah merasakan kepahitan yang ditimbulkan oleh kekerasan, kita baru bisa menghargai manisnya kasih! Itulah hukum alam! Itulah hukum peradaban umat manusia!



Bahkan ketika peradaban umat manusia sudah memasuki abad 21 ini, Budo tetap tidak bisa dihapuskan dari sejarah umat manusia, tradisi Budo masih diajarkan dan dilestarikan disekolah-sekolah militer diseluruh dunia, selain doktrin-doktrin dan strategi-strategi perang, mereka juga mengembangkan senjata pemusnah masal yang sangat sadis dan mengerikan bagi peradaban umat manusia, bahkan mengancam kelestarian umat manusia, yaitu : senjata kimia, biologi, dan nuklir! Tidak ada bangsa dimuka bumi ini, yang tidak terus memoderenisir angkatan perangnya, dengan teknologi-teknologi yang mutakhir, serta peralatan-peralatan perang yang makin canggih, baik darat, laut & udara, bahkan antariksa! Kedamaian setiap saat bisa sirna dalam sekejab, perang setiap waktu bisa terjadi disetiap pelosok dunia! Demi mempertahankan perdamaian, mereka siap berperang! Sungguh-sungguh absurd bukan?



Kita juga bisa melihat, meski peradaban umat manusia makin maju, walau manusia makin berbudaya, tetapi tragedi-tragedi kemanusiaan, masih saja terus terjadi diberbagai sudut dimuka bumi! Seperti yang terjadi ditanah Palestina, Libanon, Afrika, Afganistan, Irak dll, yang tidak bisa kita mengerti adalah, mereka yang melakukan justru bangsa-bangsa yang selama ini selalu menyatakan dirinya sebagai bangsa yang paling berbudaya, bangsa yang paling menjunjung tinggi hak asasi manusia dan demokrasi! Dan yang paling menggelikan adalah mereka melakukannya tanpa merasa bersalah & berdosa dengan dalih ham & demokrasi!



Demikian juga dengan kekerasan dalam masyarakat, meski manusia makin beradab, walau Sang Maha Pencipta berapa ribu tahun yang lalu, telah menurunkan firman-firman dan ajaran-ajaran Nya, agar umatnya bisa hidup rukun berdampingan dengan penuh kasih & damai, meski pemerintah-pemerintah yang berkuasa, beberapa abad yang silam telah mensahkan undang-undang baik pidana maupun perdata, lengkap dengan sangsi-sangsi hukumnya, serta menyediakan penjara bagi warga yang melanggarnya, baik sengaja maupun tidak sengaja, tetapi kekerasan baik fisik maupun pyskis, dengan latar kriminal, budaya, suku, agama, ras, antar golongan, dan paham, masih saja terus terjadi diseluruh penjuru dunia, dimana ada umat manusia yang menghuninya! Bahkan saling bertukar pandang dijalanpun, bisa mengundang maut! Itulah kenyataan yang sangat getir dari hukum alam! Perang dan kekerasan, tidak akan pernah bisa dihapuskan dalam kehidupan, kecuali terjadi kiamat pada peradaban umat manusia!



Tidak bisa dibantah lagi, bahwa Budo akan membuat kita menjadi kuat, tetapi jika kita tidak menyadari sisi negatifnya, kita akan terperangkap pada sisi kekerasan yang amat sangat destruktif! Bagaimana agar kita tidak terimbas pada sisi negatif dari Budo? Para filsuf-filsuf Tiong Kok kuno, seperti Lao Zi, Mo Zi, Zhuang Zi, Kong Zi, Sun Zi dll, telah menyadari tentang sisi negatif dari metode Wu/Budo, untuk mengeliminir efek negatif dari budo, mereka mengajarkan ajaran-ajaran budi pekerti & moral, serta ajaran-ajaran yang berbasickan hukum alam, atau yang sering disebut sebagai Chan/Zen!

Chan/Zen ( pendidikan afeksi ).
Chan atau Zen adalah metode pendidikan kejiwaan dengan tujuan menghaluskan dan menyempurnakan jiwa kita, ada dua metode dari Zen, yaitu Zen yang aktif atau Zen dalam gerak, misalnya : menulis/kaligrafi, melukis/sumi’e, puisi/haiku, opera/noh, menggunting kertas/origami, minum teh/cha no yu, merangkai bunga/ikebana, bonsai, suiseku, kendo, karate, aikido, yudo, qi gong ( ilmu tenaga dalam ), wushu dll, sedangkan Zen yang pasif atau diam disebut Zazen, misalnya: meditasi dalam posisi berdiri, duduk, bersila, berlutut, berbaring, mengolah napas, serta ritual-ritual keagamaan!



Falsafah yang menjadi basic dari Zen adalah alam, jadi Zen tidak memiliki bentuk yang pasti, sehingga Zen itu bisa apa saja, dimana saja, siapa saja, kapan saja, bisa dijadikan Zen untuk mencapai kesempurnaan rohani!



Zen itu ada disekitar kita, berada dalam kehidupan kita, dan bersemayam didalam alam, jadi Zen itu bisa tanah, bisa air, bisa api, bisa angin, bisa kayu, bisa juga logam, bahkan jalan raya ( yang telah berubah menjadi hutan rimba belantara dengan hukum rimbanya )! Zen itu bisa tukang sampah, tukang becak, kuli panggul, pembantu rumah tangga, juru kunci, guru, sopir, seniman, pedagang, atau pejabat-pejabat sipil maupun militer! Seluruh profesi baik yang dianggap “ halus, bersih & terhormat “, atau yang “ rendah, kasar & kotor “, semuanya adalah Zen, didalam Zen tidak ada perbedaan, didalam Zen semua sama! Yang membedakan Zen adalah tujuan, jika tujuannya untuk menghaluskan & menyempurnakan diri, itulah Zen yang positif, itulah Zen yang sejati! Jika tujuannya untuk memanjakan fisik, mengumbar perasaan ( bahagia, marah, sedih, gembira, gundah, rindu & takut), serta menjadi budak dari hawa napsu ( makan, minum, sex, harta, popularitas, kekuasaan, & pamrih/egois ), itulah Zen yang negatif, Zen yang sesat, Zen yang palsu, Zen yang akan membawa kita menuju jurang kesengsaraan & penderitaan!



Atau jika mau lebih jelas & tegas lagi, Zen itu sebenarnya adalah : Jalan hidup! Ada sebuah pepatah yang mengatakan : Banyak jalan menuju Roma, jalan disini adalah jalan hidup, sedangkan Roma adalah tujuan, yaitu : kesempurnaan & kebahagiaan yang hakiki! Banyak ragam jalan hidup dalam kehidupan ini, setiap insan punya jati diri yang berbeda satu sama lain, yang akan saling mengisi & melengkapi, saling membutuhkan & dibutuhkan, jadi adalah menjadi tanggung jawab bagi kita, untuk melakukan pencarian jati diri, misalnya : jika ingin menolong umat manusia, jadilah rohaniawan, jika ingin mengabdi pada bangsa & negara, jadilah eksekutif, jika ingin menegakkan hukum, jadilah judikatif, jika ingin memperjuangkan nasib rakyat, jadilah legislatif, jika ingin membela bangsa & negara, jadilah prajurit, jika ingin mencerdaskan bangsa, jadilah guru, jika ingin menyembuhkan orang sakit, jadilah para medis, jika ingin menyediakan pangan bagi masyarakat, jadilah petani, jika ingin menyediakan barang bagi masyarakat, jadilah pedagang, jika ingin menghibur masyarakat, jadilah seniman, dst, setiap jalan hidup pasti ada rambu-rambu & etikanya, jika kita mampu memegang teguh rambu-rambu & etika, kita pasti akan selamat mencapai tujuan! Tetapi jika kita terperosok kedalam perangkap keserakahan hawa napsu, menjadikan kepuasan hawa napsu sebagai tujuan, serta pencapaian hawa napsu sebagai ukuran, maka kita akan terperosok kedalam jurang kesengsaraan & penderitaan, serta terjerumus masuk kedalam kobaran api neraka kehidupan!



Esensi dari rambu-rambu & etika jalan hidup adalah : pelayanan & pengabdian, jika kita secara konsisten mentaati rambu-rambu & etika, kita pasti akan sampai ketujuan dengan selamat, contoh yg paling aktual adalah: Bapak Gesang, komponis & penyanyi, Mbah Marijan, juru kunci gunung Merapi, kesetiaan mereka terhadap jalan hidupnya, tergambar dengan jelas dari keteguhan sikap mereka terhadap jalan hidup yang mereka pilih! Meski kehidupan mereka jauh dari kecukupan materi, gemerlapnya popularitas & kemilaunya materi, tidak membuat mereka silau, tetapi justru menjadi redup oleh keluguan, kesederhanaan, & kesetiaan mereka! Ditengah-tengah krisis ketauladanan bagi bangsa kita, sosok Bapak Gesang & Mbah Marijan bagai sebatang lilin yang menyala dengan terang ditengah gulita!



Tetapi jika pelayanan & pengabdian diukur dengan materi, maka yang muncul adalah carut-marut seperti yang sedang terjadi dalam kehidupan berbangsa & bernegara kita! Contoh kontroversial yang muncul belum lama ini adalah: Irawady Yoenus, anggota Komisi Yudisial, pengabdian selama 30 tahun tanpa cacat, hancur lebur dalam sesaat, karena ketidak mampuannya menahan keserakahan terhadap materi! Itulah hukum alam, batas yang terentang antara positif & negatif setipis serambut dibelah tujuh!

Metode Chan/Zen.
Metode latihan Zen sangat individual, berangkat dari kesadaran diri sendiri, dilandasi dengan falsafah percaya diri dan kemauan keras yang tidak tergoyahkan, serta dibekali dengan semangat yang tidak pernah redup! Zen adalah disiplin dalam praktek, dengan mempraktekkan Zen, berarti menegakkan disiplin diri, meletakkan nasib pada genggaman tangannya sendiri, kesuksesan & kegagalan sepenuhnya ditentukan oleh diri sendiri! Tidak ada rahasia, tidak ada teori, tidak ada cara instan, tidak ada jalan pintas, tidak bisa menipu, tidak bisa mencontek, tidak bisa membayar joki, kita harus melakukan sendiri, setapak demi setapak, melangkah dengan mantap, lugu & jujur, serta merasakan & mendapatkan pengalaman langsung dari penegakkan disiplin latihan Zen secara intuitif , dan mendapatkan pencerahan/satori!
Metode latihan Zen sangatlah sederhana, yaitu : pengulangan! Didalam praktek pengulangan pada insitusi Zen yang kita pilih, atau pada jalan hidup kita, yang pertama adalah membuka kesadaran tentang tujuan dari pengulangan tersebut, merasakan langsung efek-efek yang ditimbulkan akibat dari disiplin yang spartan dari proses pengulangan, seperti rasa sakit, capai/lelah, haus, lapar, malas, bosan, jenuh, labil, tidak sabar, brangasan, loyo dsbnya. Didalam praktek Zen, kita secara frontal dihadapkan pada diri sendiri, pada esensi-esensi negatif yang ada dalam diri kita, misalnya : esensi negatif dari fisik adalah manja, perasaan adalah bosan, hawa napsu adalah serakah, semangat adalah rendah, pekerti adalah malas, sedangkan moral adalah kotor!
Pada hakekatnya, mempraktekkan Zen adalah mengajarkan & mendidik diri kita untuk menguasai fisik, menahan perasaan, mengalahkan hawa napsu, mengendalikan pekerti, serta menjaga semangat, atau yang lazim disebut menempa mental! Dengan bersenjatakan falsafah Oshi shinobu/membelenggu kesabaran, atau menahan diri secara total, merubah perasaan & hawa napsu menjadi kekuatan, tiada henti untuk terus mencari, menembus dan menerobos batas-batas dari manja, bosan, serakah, malas dan lemah! Ketika kita menembus batas-batas tersebut diatas, kita memasuki kondisi “ tidak ada batas”, maka akan terjadi proses pembalikan, sisi negatif menjadi positif, sisi manja menjadi ulet, bosan menjadi setia, serakah menjadi nrimo, malas menjadi rajin, lemah menjadi kuat, dan kotor menjadi mulia!



Ketika kita memasuki kondisi tidak ada batas, kita berada dalam situasi : badan merasa, tetapi tidak terasa, mata melihat, tetapi tidak tampak, telinga mendengar, tetapi tidak ada suara, hidung mengendus, tetapi tidak ada bau, mulut mencecap. tetapi tidak ada rasa! Itulah yang disebut kondisi “ Lupa “! Lupa pada waktu, lupa pada fisik, lupa pada perasaan, lupa pada hawa napsu, lupa pada pekerti, serta lupa pada semangat! Pada hakekatnya, ketika kita memasuki kondisi lupa, kita telah berada dalam alam “ ku /hampa”, didalam alam hampa, kita menjadi “ mati rasa & mati raga “, serta berada dalam situasi tidak ada batas , tidak ada benar & salah, tidak ada menang & kalah! Kosong melompong, sepi & sunyi, hening & wening! Yang ada hanya kesalehan, yang ada hanya keluhuran, yang ada hanya ketentramanan, yang ada hanya kedamaian!



Ketika kita telah mengambil alih kendali atas fisik, perasaan, hawa napsu, pekerti, & semangat, ketika kita telah menembus batas dan memasuki kondisi “ tidak ada batas “, ketika kita telah “ lupa “ dan menjadi “ hampa “, teknik-teknik & ketrampilan-ketrampilan, roh & semangat jalan hidup, tanpa kita sadari, telah tertransformasi kedalam sel-sel tubuh & merasuk kedalam untaian DNA!



Pada hakekatnya, mempraktekkan Zen adalah melakukan pencarian jati diri, jati diri pada waktu kita dilahirkan, atau ketika masih bayi! Pada waktu itu, mata kita masih sangat bening, telinga kita masih sangat hening! Kita melihat, mendengar, & menerima segala sesuatu, seperti apa adanya tanpa terpapar oleh perasaan & hawa napsu! Serta tidak tercemar oleh pemikiran-pemikiran dari manapun, atau dari siapapun! Jika hitam dia akan mengatakan hitam, jika putih dia pasti akan mengatakan putih, jika senang dia akan tersenyum, jika sedih dia akan menangis, jika marah dia pasti akan berteriak, jika takut dia akan lari! Mata hati kita yang buta tertutup debu kehidupan, dan telinga nurani kita yang tuli tersumbat kotoran keduniawian, itulah yang harus kita cari, kita bersihkan dan kita temukan kembali!



Jadi kalau digambarkan, pencarian jati diri itu seperti membuat lingkaran, dari titik manapun kita mulai, kita pasti akan kembali ketitik awal! Atau kalau mau di analogkan, pencarian jati diri kita ibarat perjalanan hidup seekor ulat, dari telur menetas menjadi ulat berbulu yang menjijikkan, setelah melalui proses pertumbuhan, akhirnya ulat tsb mampu mengeluarkan sutera, untuk membungkus dirinya menjadi sebuah kepompong, setelah melalui fase tapa brata, jika ulat tersebut mampu menembus kepompong yang dia ciptakan sendiri, maka akan terjadi metamorfosis, ulat bulu yang menjijikan tersebut, akan berubah menjadi seekor kupu-kupu yang sangat elok! Demikian juga dengan manusia, selama perjalanan hidupnya, dia akan membalut dirinya dengan “ sutera-sutera “/ masalah-masalah yang dikeluarkan oleh fisiknya, perasaannya, hawa napsunya, & pekertinya, serta menjadi “ kepompong “, jika pada tahap akhir dia gagal menembusnya, maka dia akan mati & membusuk dalam kepompong yang dia buat sendiri , serta gagal dilahirkan kembali/metamorforsis menjadi seorang bayi yang suci tanpa noda!



Sampai kapan kita mempelajari Zen? Sampai kapan kita mempraktekkan Zen? Jawaban dalam bahasa Zen sangat sederhana : sepanjang napas kita! Didalam Zen, hanya ada awal tiada akhir, awal adalah akhir, akhir adalah awal! Didalam Zen tidak ada kebisingan, yang ada hanya keheningan, tidak ada kekacauan, yang ada hanya kedamaian, tidak ada kejahatan, yang ada hanya kebaikan, tidak ada kebatilan, yang ada hanya kesalehan, tidak ada angkara, yang ada hanya kebajikan! Jadi mengapa tidak kita praktekkan sepanjang hidup? “ Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading “, jika kita tidak bisa meninggalkan gading, seyogyanya kita tidak meninggalkan belang bagi anak cucu kita!



Zen & Budo ibarat sekeping mata uang yang tidak bisa dipisahkan, Zen adalah unsur afeksi ( moral & pekerti ), sedangkan Budo adalah unsur psycho motoric ( mental & semangat ), perpaduan kedua unsur jelas tidak bisa dibantah akan membentuk karakter dan menemukan kembali jati diri kita!

Harmoni.
Hukum alam mengatakan :“ Shun wo zhe sheng, ni wo zhe wang “, yang bisa menyesuaikan & mengikutiku akan hidup, sedangkan yang melawan & menentangku akan binasa! Inilah kebenaran yang sudah berlaku sejak jagat raya ini terbentuk! Hukum alam juga mengatakan : “ Wu ji bi fan “, segala sesuatu ( yang berada dalam alam ) jika terlalu extrem, pasti akan terbalik! Yang positif bisa menjadi negatif, sedangkan yang negatif bisa menjadi positif! Itulah hukum alam yang tidak terbantahkan!
Didalam kehidupan dialam semesta ini, tidak ada yang pasti, juga tidak ada yang abadi! Yang positif bisa manjadi negatif, yang menang bisa jadi kalah, yang sukses bisa jadi gagal, yang benar bisa jadi salah, sedangkan yang baikpun bisa jadi jahat! Itulah hukum alam!



Jadi bagaimana agar kita bisa menyesuaikan/mengikuti hukum alam? Para filsuf-filsuf Tiong Kok dulu telah memberikan solusinya, yaitu : He/harmoni/keseimbangan atau juga yang sering disebut sebagai : jalan tengah! Tidak diatas juga tidak dibawah, tidak kekiri juga tidak kekanan!



Harmoni atau jalan tengah, pada hakekatnya adalah : Jati diri kita, jati diri kita pada hakekatnya adalah : ku/hampa! Sebenarnya pada waktu pencapaian kehampaan, telah tercapai keseimbangan dalam diri kita, kita telah berada pada titik keseimbangan antara positif & negatif! Pada titik tsb, gemuruhnya ombak samudra perasaan menjadi bening, gelegarnya badai hawa napsu menjadi hening! Jadi jika kita tidak mau kalah, maka posisikan diri anda pada posisi tidak terkalahkan! Seperti ajaran para nenek moyang kita, sugih tanpo bondo, ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasor ake, ngeli ning ora keli! Kaya tanpa harta, menyerang tanpa pasukan, menang tanpa mengalahkan, mengikuti arus tapi tidak terbawa arus! Itulah ajaran jalan tengah, itulah ajaran harmoni!



Sesuai dengan hukum alam, segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini, ketika telah mencapai harmoni, akan menghasilkan kekuatan yang baru, dan akan melahirkan kehidupan! Seperti unsur positif & negatif, ketika tercapai keseimbangan, akan menghasilkan energi listrik, demikian juga dengan unsur Yin & Yang, ketika terjadi harmoni, akan melahirkan kehidupan yang baru! Demikian juga yang terjadi pada diri kita, ketika kita mencapai tataran harmoni, maka kita akan dilahirkan kembali!



Untuk mengatasi ketidak pastian & ketidak abadian hukum alam, para filsuf –filsuf Tiong Kok memberikan dua kata kunci, yaitu : Dong/gerak, & Bian/berubah! Seperti alam yang tidak pernah berhenti bergerak & berubah, serta didalam gerak & perubahan, tiada henti mencari & mencapai keseimbangan! Jika alam berada dalam gerak & perubahan, kehidupan kita sebenarnya juga berada dalam gerak & perubahan, jika alam berhenti bergerak & berubah, maka akan terjadi kiamat, demikian juga dengan kita, jika kita berhenti bergerak & berubah, maka kita akan binasa! Itulah yang dinamakan : dinamika! Seperti orang yang naik sepeda, ketika dia menaiki sepedanya, jalannya pasti oleng, setelah dia bergerak maju, barulah dia mencapai keseimbangan, jika dia tidak ingin jatuh, dia harus bergerak maju, ketika jalan naik, dia harus menambah tenaga untuk mengayuh, ketika jalan turun, dia harus memasang rem dan mengurangi kecepatannya, agar tidak terpelanting kedasar jurang! Demikian juga jika terjadi goncangan, akibat masuk lobang atau menabrak batu, maka dia harus tetap memelihara keseimbangan, sebab jika berhenti, maka dia akan terpental dari sepedanya!



Didalam harmoni ada dinamika, didalam dinamika ada harmoni, itu adalah inti dari ajaran Zen! Ajaran Zen berbasic pada alam, jadi kita harus bisa bersikap seperti sifat alam, yaitu : Maha bijak karena bisa menerima perbedaan, Maha arif karena bisa menyesuaikan perubahan, Maha asih karena bisa mengayomi keberagaman,dan Maha besar karena bisa menghargai pluralitas! Didalam ajaran Zen, Sang pencipta alam semesta disebut : Dao, dao juga disebut sebagai : Maha Esa & Maha Agung! Dan yang disebut sebagai Maha Esa & Maha Agung itu adalah : Tuhan Allah!

Rangkuman.
Jika kita melihat dunia pendidikan kita, sejak jaman orde baru 40 tahun yang lalu, telah terjadi pengingkaran terhadap harkat & nilai-nilai pendidikan, pemerintah yang berkuasa saat itu, secara sistematis menyingkirkan pendidikan psycho motoric & afeksi, atau menafikkan character building dari kurikulum pendidikan, serta menjadikan unsur kognisi sebagai kurikulum utama dan standar pendidikan nasional! Selain itu, pemerintah juga menjadikan ijasah & diploma, sebagai persyaratan mutlak dalam sistim pemerintahan, akibatnya masyarakat menjadikan ijasah & diploma sebagai berhala yang disembah, dan dianggap sebagai jaminan sukses bagi masa depan, serta berebut untuk memasukkan putera-puterinya, kesekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri “ favorit “, tanpa mengindahkan bakat, talenta & animo sang anak! Akhirnya pendidikan yang seharusnya bisa membekali dan mencerahkan anak didiknya, malah menjadi lembaga setempel dan legalisir ijasah & diploma!



Setelah reformasi, dunia pendidikan kita malah menjadi semakin runyam, petinggi-petinggi pendidikan kita, tidak melakukan reformasi, malah mewarisi, mengembangkan & melembagakan metode pendidikan yang terbukti sesat dari rezim orde baru! Insitusi pendidikan yang seharusnya mengemban misi yang luhur untuk memerangi kebodohan, kemiskinan & korupsi, malah menjadi lembaga pembodohan, dan melestarikan kemiskinan, serta membudayakan korupsi! Pendidikan yang seharusnya menjadi hak dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali, malah berkembang menjadi perusahaan-perusahaan pemburu rente dan meminggirkan mereka yang miskin! Pendidikan yang seharusnya bisa mengekplorasi bakat-bakat anak didiknya, justru malah mematikan talenta & bakat mereka! Pendidikan yang seharusnya mencerdaskan anak bangsa dengan kecerdasan yang plural, malah dijadikan mesin foto copy, yang menghasilkan produk sdm dengan kecerdasan tunggal! Pendidikan yang seharusnya menumbuh kembangkan inovasi & kreatifitas anak didiknya, malah digantikan dengan metode text book thinking! Pendidikan yang seharusnya berpijak pada sistem praksis ( praktek, refleksi & komtemplasi ), malah dijadikan pendidikan yang teoritis, statis & dogmatis! Pendidikan yang seharusnya menciptakan sdm yang memiliki jiwa wiraswasta/entrepreneur, malah menghasilkan sdm pencari kerja yang rendah skillnya, tidak memiliki roh ( mental & semangat ), tidak memiliki hati ( pekerti & moral ), dan buruk karakternya! Alhasil ketika “ produk-produk “ tsb berkuasa, kita langsung merasakan dampaknya, negara kita makin terpuruk & sejajar dengan negara-negara terbelakang dari Afrika, baik dari segi kebodohan, kemiskinan, maupun korupsi! Tak pelak lagi, kebodohan, kemiskinan & korupsi, malah makin merasuk kesendi-sendi kehidupan berbangsa & bernegara, ibarat penyakit kanker tahap akhir, menyebar keseluruh organ tubuh, secara perlahan tetapi pasti, sedang membunuh & menghancurkan bangsa ini! Bangsa yang dulu terkenal sebagai bangsa yang cerdas & piawai, ramah tamah, sopan & santun, halus budi pekertinya, serta adi luhung budayanya, sekarang telah berubah menjadi bangsa yang miskin & bodoh, kasar & pemarah, tidak mau mengalah, menangnya sendiri, benarnya sendiri, bahkan anarkisme & kekerasan telah menjadi bagian dari bangsa ini! Selain itu, yang lebih memprihatinkan adalah , hilangnya esensi kemanusiaan yang paling dasar, yaitu : malu! Para pelaku kriminal dan koruptor, sudah tidak lagi memiliki rasa malu dengan apa yang mereka lakukan, malah dengan bangga memamerkan hasil kejahatannya!



Alhasil bangsa Indonesia didalam percaturan bangsa-bangsa didunia, terkenal sebagai bangsa yang miskin & korup! Selain itu, di Asia & Asia tenggara maupun di Timur tengah, terkenal sebagai bangsa dengan sdm kelas rendah, atau yang biasa disebut sebagai babu & kuli ( maaf )! Bahkan di negara jiran Malaysia, tki kita diberi label “ pendatang haram “, ditipu, dianiaya, dan diperbudak, bahkan setiap saat bisa digaruk oleh pasukan rela, digebuki, dihukum cambuk, dipenjara & diusir! Sungguh-sungguh sangat tragis & ironis, sangat getir & memilukan!



Sebagai salah satu bangsa yang besar didunia, baik dari sisi luas wilayah, jumlah penduduk, serta kebesaran budaya maupun sejarahnya, sebagai bangsa yang sudah merdeka 62 tahun, sebagai bangsa yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah ruah, karena meremehkan pendidikan untuk bangsanya, menjadi bangsa miskin yang direndahkan baik harkat maupun martabatnya!



Sebenarnya masalah yang paling utama pada dunia pendidikan kita adalah : kita tidak pernah memiliki blue print atau grand design pendidikan, setiap ganti Presiden selalu tidak nyambung, setiap ganti Menteri selalu berganti program, percobaan demi percobaan yang tidak jelas ujung pangkalnya dipaksakan ( pangkalnya duit! ), akhirnya malah mengaburkan patron pendidikan kita, serta mengorbankan anak-anak kita!



Kita semua harus menyadari, bahwa kemajuan ekonomi suatu negara, berbanding lurus dengan kemajuan pendidikan! Tidak usah jauh-jauh mencari contoh, Malaysia yang pada dekade tahun 70 an, mengirimkan guru-guru & murid-murid ke Indonesia untuk belajar, dalam waktu yang singkat telah berhasil melampaui sang guru, menjadi negara yang paling stabil politik & ekonominya di Asean! Bahkan Petronas, perusahaan minyak negara jiran, yang tidak memiliki sumber daya minyak, yang menjadikan Pertamina sebagai patronnya, kini telah berkembang menjadi perusahaan minyak raksasa didunia!



Melalui tulisan ini, saya menyerukan pada seluruh insan yang masih mau peduli pada pendidikan dan nasib bangsa ini, agar terus melanjutkan perjuangan dibidangnya masing-masing! Melalui tulisan ini, saya menghimbau para ahli-ahli pendidikan kita, untuk segera merancang kembali grand design & blue print pendidikan kita! Melalui tulisan ini saya mencoba untuk menggugah kesadaran para petinggi-petinggi pendidikan kita, agar segera menghentikan proyek-proyek percobaan pendidikan, yang ternyata selain membodohkan dan memiskinkan bangsa ini, juga malah melanggengkan budaya korupsi! Melalui tulisan ini, saya mencoba untuk menggedor pintu hati nurani insan-insan yang berkecimpung didunia pendidikan, agar segera kembali kejalan yang benar, serta mengembalikan pendidikan pada harkatnya yang luhur!



Ketika arus globalisasi sudah berhembus keseluruh penjuru dunia, ketika seluruh bangsa didunia ini sedang sibuk berbenah & menyiapkan diri, jika kita tetap tidak mau bergerak & berubah, maka tak pelak lagi, bangsa ini pasti menjadi bangsa babu & kuli! Jika kita tidak ingin menjadi bangsa yang terkalahkan & terpinggirkan, kita harus mulai dari pendidikan, pendidikan yang holistic, pendidikan yang menyatukan unsur kognisi, afeksi & psycho motori ( character building ), saya percaya ( telah terbukti!), bahwa perpaduan metode Bun, Bu dan Zen, akan melahir pemimpin-pemimpin yang memiliki karakter bersih & kuat, yang mampu meminpin bangsa ini, untuk mengexplorasi serta memberdayakan seluruh potensi yang ada pada bangsa ini, termasuk sumber daya alamnya yang melimpah ruah, untuk memakmurkan & mensejahterakan bangsa ini! Seperti yang dilakukan oleh Joaquim Chissano, Presiden Mozambik di Afrika, sejak tahun 1986-2004, berhasil memimpin negara dan rakyatnya, keluar dari kemiskinan dan perang saudara, menjadi negara yang stabil, moderen dan demokratis! Seperti yang juga dilakukan oleh Nestor Kirchmer, Presiden Argentina di Amerika latin, yang terpilih menjadi Presiden pada tahun 2003, dan berhasil membawa keluar Argentina dari krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 2001! Juga sosok Presiden Rusia Vladimir Putin, selama kepemimpinannya berhasil menstabilkan sosial, politik, ekonomi, dan militer Rusia yang hancur akibat runtuhnya Uni Soviet, serta membayar hutang Rusia sebesar 30 milyar US dollar secara kontan pada IMF! Saya juga yakin bin hakul yakin, jika para pemimpin kita tidak menjadikan pengabdian sebagai ajang perburuan kekuasaan, tidak menjadikan perjuangan sebagai panggung popularitas, serta tidak menjadikan pengorbanan sebagai lahan untuk memperkaya diri, dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, bangsa Indonesia akan bisa menegakkan kepalanya dan berbicara lantang, didalam percaturan bangsa-bangsa didunia, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, serta tumbuh kembang menjadi negara super power yang dihormati & disegani! Semoga!

Prambanan 28 Oktober 2007.

Visi dan Misi AKADEMI SENI BERTARUNG KYOKUSHIN INDONESIA

VISI DAN MISI
AKADEMI SENI BERTARUNG KYOKUSHIN INDONESIA

VISI

Bahwa pada hakekatnya :
1. Pendidikan itu merupakan hak seluruh anak bangsa, tanpa memandang status sosial, usia, suku, agama, ras, dan golongan, sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD 45.
2. Pendidikan itu terdiri dari 3 unsur, kognitif, afektif, dan psycho motoric, jadi sangat jelas, pendidikan itu bersifat plural dan majemuk, jadi memerlukan kerja sama dari seluruh komponen pendidikan, untuk mewujudkan pendidikan yang holistic.
3. Seni bertarung Kyokushin sejatinya adalah metode pendidikan yang berunsur afektif dan psycho motoric, seni bertarung hanya merupakan alat untuk menyempurnakan jiwa dan raga, serta bisa menjadi landasan yang kuat untuk pembangunan manusia seutuhnya.
4. Setiap individu, dilahirkan dengan kecedasan, bakat, minat dan talenta yang berbeda, dengan keunikan dan keistimewaannya yang tiada duanya, jadi merupakan tugas yang berat dan mulia bagi para pendidik, untuk mencerahkan dan memberdayakan peserta pendidikan, untuk mengeksplorasi serta mengeksploitasi kemampuan dan bakat-bakat mereka yang terpendam, sesuai dengan yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta, dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kejayaan Nusa dan Bangsa.
5. Tidak ada satupun individu yang dilahirkan dengan takdir nakal, bodoh dan miskin, kuncinya adalah bagaimana mereka mendapat pendidikan yang mencerahkan dan memberdayakan, bahkan mereka yang terlahir tidak sempurna fisiknya maupun yang idiot, jika mendapatkan pendidikan yang tepat dan benar, juga bisa meraih prestasi yang tidak kalah cemerlangnya, dibanding mereka yang dilahirkan normal!

MISI

a. Terlibat langsung didalam menyiapkan dan mendidik generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, cantik dan perkasa, memiliki moral yang mulia, budi pekerti yang luhur, mental yang kuat, semangat yang pantang menyerah, serta menguasai seni bertarung yang mumpuni.
b. Mensosialisasikan dan mengembangkan Seni Bertarung Kyokushin, sebagai olah raga, olah jiwa dan olah ketrampilan, didalam kerangka Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya.
c. Bekerja sama dengan insitusi pendidikan yang formal maupun nonformal, untuk melengkapi dan menjadi landasan yang kuat, untuk menumbuh kembangkan kecerdasan, bakat, minat dan talenta peserta pendidikan.
d. Tiada henti untuk memantapkan dan menyempurnakan Akademi Kyokushin, sebagai insitusi character building dan nation building, yang membentuk jiwa leadership dan entrepreneurship, untuk mengarahkan, menyiapkan dan mendidik generasi muda penerus bangsa, sebagai calon-calon Pemimpin dan Wirausaha yang berjiwa luhur dan tangguh.

Jumat, 06 Maret 2009

Kejuaraan Antar Dojo Piala Rektor UKDW

OSU!!!

Akan diselenggarakan Kejuaraan Antar Dojo Piala Rektor UKDW oleh PENGDA AKADEMI KYOKUSHIN DIY, pada:

Hari / Tanggal : Minggu / 8 Maret 2009
Tempat : Gedung Koinonia Universitas Kristen Duta Wacana
Waktu : 08.00 – selesai

Kelas yang dipertandingkan:
Kelas Dewasa Junior (belum pernah bertanding), menggunakan sistem full contact.
Kelas Remaja Putra (SMA), menggunakan sistem semi contact (mengunakan pelindung).
Kelas Remaja Putri (SMA), menggunakan sistem semi contact (mengunakan pelindung).
Kelas Remaja Putra (SMP), menggunakan sistem semi contact (mengunakan pelindung).
Kelas Anak Putra (SD kelas V-VI), menggunakan sistem semi contact (mengunakan pelindung).
Kelas Anak Putra ( SD kelas III-IV ), menggunakan sistem semi contact (mengunakan pelindung).

Kamis, 05 Maret 2009

Kyokushin Martial Art Academy of Indonesia


Tanggal 12 Juli 2008, dideklarasikan sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama : Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia, di Kaliurang Yogyakarta.
Tanggal 17 Oktober 2008, pendirian lembaga pendidikan Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia dikukuhkan secara hukum, dengan akte notaris no. 06 tertanggal 17 Oktober 2008 dikantor notaris Mustofa, SH, MKn, Jl.Gowongan lor 38 Yogyakarta 55232, tlp. 0274 513989-514824.
Tanggal 19 November 2008, Ketua Umum terpilih Sensei Ignatius Haryoso dan Ketua Dewan Guru Shihan Silvester Sebastian, telah berhasil membentuk Pengurus Pusat dengan susunan sebagai berikut:


Penasehat : Shihan Sucipto Joe Angga. 0315924624/0818331138

Ketua Umum : Sensei Ignatius Haryoso. 0274541467/0811292280

Ketua Harian : Sensei Anwar Priyadi. 0274376730/0816688355

Sekretaris Umum : Senpai Hendrawan Kuswanto. 08562918282

Bendahara Umum : Shihan Ong Hok Bie. 0274373855/0274375913

Bendahara I : Senpai Pomo Yomulyo. 08562900521

Sie Humas : Senpai Sugono. 081392645456

Sie Umum : Senpai Gunawan Wibisono 02747017426/081904270297
Ketua Dewan Guru : Shihan Silvester Sebastian. 08164264911/0818271034

Koordinator Perwasitan : Sensei Oei Kim Liong. 08123818694/087861267737

Koordinator Training : Sensei Edwin Ludy. 0818326184Senpai Anggoro. 081328283782

Koordinator Demo : Senpai Gandi Ali Mardana. 02747163183/08122751803Senpai Andri Sebastian. 0274496063/085292568686


Rapat Pembentukan Pengurus Pusat juga telah berhasil menyusun AD & ART sesuai dengan amanat luhur yang diemban oleh Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia, dilandasi dengan visi, misi dan jiwa Seni Bertarung yang Sejati, semoga AD & ART ini, bisa menjadi penunjuk arah dan pelita, bagi perjalanan Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia, didalam perjuangan dan pengabdiannya dijalur pendidikan, serta dapat memberi kontribusi yang nyata bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya!

Sesuai dengan Anggaran Dasar Bab IX pasal 20 dan Anggaran Rumah Tangga Bab IX pasal 26 tentang keuangan, maka aturan dan pembagiannya ditetapkan sebagai berikut :
Biaya pendaftaran murid baru:Dojo Umum = Rp. 100.000,Dojo Sekolah = Rp. 90.000,Biaya Ujian tingkat Kyu = Rp. 50.000,Biaya Ujian tingkat Dan I = Rp. 100.000,-Tingkat selanjutnya tambah = Rp. 50.000,-

Jika didalam suatu daerah, belum memungkinkan untuk membentuk Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang, maka hak Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang, untuk sementara menjadi hak Pengurus Pusat, sampai dengan terbentuknya Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang, demikian juga jika belum ada Pengurus Cabang, maka hak Pengurus Cabang, untuk sementara menjadi hak Pengurus Daerah, sampai dengan terbentuknya Pengurus Cabang.

Sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Bab IX pasal 27, maka formulir pendaftaran, kartu siswa, ijasah, seragam Akademi, dogi dan sabuk tingkatan, diterbitkan oleh Pengurus Pusat.
Peraturan ini diterbitkan dengan landasan asas gotong royong, dengan pertimbangan beban kerja kepengurusan, baik dari tingkat Pusat, Daerah, Cabang maupun Dojo, serta sedikitpun tidak melalaikan kesejahteraan para Guru, dan sepenuhnya dimanfaatkan untuk pengembangan Akademi Kyokushin.

Setiap Daerah diharapkan memberi usulan dan masukan, untuk menyempurnakan peraturan ini.

Setiap Daerah dan Cabang, wajib memiliki rekening Bank tersendiri.

Rekening Pengurus Pusat atas nama Bendahara I Pomo Yomulyo Bank BCA cabang Yogyakarta, ac no: 456 074 4655.
Peraturan ini berlaku mulai tahun 2009.

Tentang kyokushin

Apa itu Kyokushin kaikan?
Kyokushin kaikan (極真会館, Kyokushin kaikan?) merupakan sebuah aliran karate yang didirikan oleh Masutatsu Oyama (大山倍達, Ōyama Masutatsu?). Aliran ini menekankan latihan fisik dan full-contact kumite, yakni latih-tanding (sparring) tanpa pelindung. Kyokushin memiliki arti kebenaran tertinggi, yang diyakini oleh Mas Oyama sebagaimana karate itu seharusnya diajarkan dan dipelajari. Kurikulum Kyokushin menekankan pada pertarungan realistik dan kekuatan fisik.
Sejarah

Asal mula
Masutatsu Oyama, pendiri aliran Kyokushin, lahir sebagai seorang
Korea yang bernama Choi Hyung Yee. Sewaktu kecil di Korea, beliau mempelajari seni bela diri Korea yang bernama Chabee. Chabee mendapat pengaruh dari seni bela diri Tiongkok "Seni 18 Telapak Tangan" yang dikembangkan lebih lanjut oleh orang Korea menjadi Chabee. Sejak kecil, Choi Hyung Yee bukanlah seorang anak yang diam saja dan bersabar kalau diganggu. Ia sering terlibat dalam perkelahian, apalagi bila ia atau teman-temannya diganggu. Kepribadian yang agresif inilah yang ia wariskan ke Kyokushin menjadi sebuah aliran yang menekankan offense, dan pentingnya menjatuhkan lawan secepat mungkin.

Pada masa Perang Dunia 2, Choi Hyung Yee pindah ke Jepang dan mendaftarkan diri sebagai mekanik pesawat tempur. Di Jepang, ia tinggal bersama keluarga perantuan dari Korea dan mengadopsi nama keluarga mereka, Oyama. Pada saat itu banyak orang perantauan yang mengadopsi nama Jepang agar mudah berbaur dan diterima masyarakat Jepang. Setelah perang usai pada tahun 1945, beliau mempelajari karate Shotokan dari guru besar Gichin Funakoshi. Pada saat yang bersamaan, beliau bertemu dengan sesama perantauan dari Korea bernama So Nei Chu. So Nei Chu mewarisi Goju-Ryu dari Gogen Yamaguchi, dan Mas Oyama mempelajari Goju-Ryu dari So Nei Chu.

Sewaktu di Jepang, kepribadian yang agresif dan tidak mau kalah masih melekat kuat pada diri Oyama muda. Di Tokyo, ia sering terlibat perkelahian dengan para gangster Jepang maupun tentara Amerika yang bertugas di Jepang. Ia pernah secara tidak sengaja membunuh seorang gangster Jepang yang terkenal ahli menggunakan pisau (Akhirnya beliau dibebaskan dari tahanan dengan alasan membela diri). Oyama juga dijuluki "Superman dari Timur" oleh masyarakat setempat karena sering membela orang-orang lokal dari tentara Amerika yang berbuat onar. Setelah beberapa saat, Tokyo menjadi tidak aman lagi bagi Mas Oyama, karena beliau dicari oleh banyak pihak yang ingin membalas perbuatannya. Atas saran So Nei Chu, Mas Oyama akhirnya mengasingkan diri ke sebuah gunung untuk merenungkan tujuan hidupnya.

Selama dalam pengasingan, beliau hidup sebagai layaknya seorang Yamabushi (Prajurit Biksu). Menghadapi kerasnya tempaan alam, ia banyak mendapat inspirasi dari kisah hidup Miyamoto Musashi, seorang ahli pedang tersohor di Jepang. Setiap hari beliau berlatih mendalami ilmu bela diri serta bermeditasi untuk merenungkan hidupnya. Setelah beberapa saat, beliau merasa latihan di gunung sudah cukup dan memutuskan untuk turun ke kota.

Mas Oyama mengikuti kejuaraan karate dan menjadi juara. Akan tetapi, ia masih merasa kecewa dengan kemampuan yang dimilikinya. Merasa masih belum mampu menerapkan apa yang telah dipelajarinya pada pertarungan yang sesungguhnya, Mas Oyama mencukur habis rambutnya dan sekali lagi naik ke gunung untuk berlatih.

Setelah lebih dari setahun di gunung, Mas Oyama akhirnya turun untuk menguji hasil dari latihannya. Di sebuah desa, ada seekor banteng yang akan dijagal. Beliau meminta ijin untuk menjatuhkan banteng tersebut dengan tangan kosongnya. Akan tetapi, beliau gagal pada usaha pertamanya. Setelah dipukul, banteng tersebut marah dan mengobrak-abrik kerumunan orang-orang di sekitarnya. Mas Oyama tidak menyerah. Beliau berhari-hari mempelajari banteng-banteng tersebut. Setelah itu, beliau mencobanya lagi. Banteng tersebut jatuh dengan sekali pukul ke arah kepalanya. Berita tentang seorang karateka menjatuhan banteng dengan kepalan tangannya menyebar dengan cepat. Selain itu, beliau juga mengadakan perjalanan keliling Asia Tenggara mengadakan demo dan menantang banyak aliran di dalam maupun luar Jepang. Hal ini menimbulkan banyak sensasi dan mempopulerkan Karate di dunia internasional.

Dengan modal ketenaran inilah, Mas Oyama lalu mendirikan sebuah dojo karate di Tokyo. Karate di dojo ini menekankan pentingnya latihan full-contact kumite (latih-tanding tanpa pelindung). Menurutnya, full contact kumite merupakan hal yang penting untuk mengasah semangat dan ketrampilan berkelahi. Hal ini sempat menimbulkan ketegangan dengan tetua-tetua dari aliran karate lain yang berpendapat bahwa praktek aplikasi karate secara langsung itu berbahaya dan tidak perlu.

Puncak ketegangan ini muncul pada tahun 1960-an. Pada waktu itu, petinju Muay Thai menyatakan bahwa Thai Boxing adalah seni bela diri yang terkuat, dan ia telah mengalahkan banyak wakil aliran bela diri, termasuk karate Jepang (Pada waktu itu, karate sedang populer di dunia internasional, dan petinju Muay Thai ini ingin memanfaatkan kesempatan untuk mencari nama). Petinju Muay Thai tersebut meminta wakil resmi dari Jepang untuk menjawab tantangannya. Sikap resmi dari aliran-aliran Karate di Jepang adalah untuk tidak melayani tantangan tersebut, karena tujuan dari Karate adalah untuk membina mental dan salah satu dari perwujudan penempaan mental tersebut adalah untuk menghindarkan dari perkelahian yang tidak perlu. Akan tetapi, Mas Oyama berpendapat bahwa "Karate memang bukan untuk mencari masalah. Tetapi apabila masalah itu datang dengan sendirinya, lari dari masalah adalah tindakan pengecut". Ia mengirim 3 murid terbaiknya ke Thailand untuk bertanding dengan aturan Muay Thai. Dua dari tiga muridnya tersebut menang dan mereka kembali ke Jepang dielu-elukan sebagai pahlawan yang mengangkat harga diri Jepang. Hal ini menambah ketegangan antara aliran Oyama ini dengan aliran-aliran Karate yang lain, sehingga banyak aliran lain yang menjuluki aliran Oyama sebagai "bukan Karate" dan "ilmunya para berandalan".
Mas Oyama tidak ambil pusing atas tanggapan tersebut. Beliau secara resmi mendirikan Kyokushin yang berarti kebenaran tertinggi yang beliau yakini sebagaimana Karate seharusnya diajarkan dan dipelajari. Beliau mengadakan turnamen-turnamennya sendiri merespon dilarangnya Kyokushin mengikuti pertandingan-pertandingan Karate. Meski di-'anak-tiri'-kan, Kyokushin berkembang pesat di dalam maupun di luar Jepang, terutama karena beberapa generasi pertama Kyokushin banyak menantang berbagai aliran bela diri di Asia maupun di negara-negara Barat.

1964 hingga 1994
Setelah Kyokushin kaikan resmi dibentuk, Oyama memimpinnya untuk melakukan ekspansi. Oyama memilih instruktur-instruktur yang menurutnya mampu mempertunjukkan kemampuan dan gaya bertarung Kyokushin untuk merekut anggota baru. Pada awalnya, instruktur-instruktur itu ditugaskan untuk membuka dojo di kota lain di Jepang. Di sana instruktur tersebut akan memamerkan kemampuan mereka di area-area publik, misalnya di gymnasium, di gym milik polisi (di mana para atlet judo biasa berlatih), di taman, atau di festival-festival lokal.

Selain di jepang, Oyama juga menyebarkan instruktur-instrukturnya ke negara lain, misalnya ke Belanda (Kenji Kurosaki), Australia (Shigeo Kato), Amerika Serikat (Tadashi Nakamura, Shigeru Oyama and Yasuhiko Oyama, Miyuki Miura), dan Brazil (Seiji Isobe) untuk menyebarkan Kyokushin dengan cara yang sama seperti di Jepang. Pada tahun 1969, Oyama menyelenggarakan First All Japan Full Contact Championships di Jepang. Selain itu, pada thaun 1975, ia juga menyelenggarakan First Open Full Contact World Karate Championships. Sejak saat itu, pertandingan berskala internasional diadakan secara berkala setiap empat tahun sekali.
Setelah Oyama meninggal, International Karate Organization (IKO) Kyokushinkaikan mengalami perpecahan. Perpecahan disebabkan karena konflik tentang siapa yang akan menggantikan Oyama sebagai Chairman, serta tentang masa depan struktur dan filosofi organisasi. Hingga saat ini, masalah belum dapat dipecahkan. Shokei (Akiyoshi) Matsui sempat diperkirakan menjadi penerus Oyama setelah ia mengklaim bahwa ia memiliki hak intelektual atas semua merek dagang, simbol, dan nama Kyokushin. Namun ternyata sistem legal Jepang mengharamkan tindakan itu sehingga Shokei Matsui dipaksa mengembalikan semua hak intelektual Kyokushin kepada keluarga Oyama.
Kyokushin Saat Ini
Kematian Oyama meninggalkan perpecahan di tubuh organisasi Kyokushin. Kelompok-kelompok ini saling mengklaim memiliki otoritas untuk mewakili
Honbu (markas/headquarters) yang asli.

Cabang-cabang baru yang memiliki gerakan dan teknik yang sama, namun dengan nama berbeda, lahir. Banyak juga dojo-dojo yang mengajarkan kurikulum Kyokushin meskipun tidak memiliki ikatan formal dengan organisasi. Meskipun sulit untuk dihitung secara pasti, diperkirakan jumlah murid yang mempelajari aliran Kyokushin atau aliran cabangnya telah mencapai jutaan orang.
Istri Oyama meninggal bulan
Juni 2006 setelah lama mengidap penyakit. Berdasarkan sistem hukum di Jepang, hak intelektual milik Oyama diturunkan kepada anak perempuannya yang bernama Kikuko (dikenal pula dengan nama Kuristina).

Tehnik dan latihan
Latihan Kyokushin terdiri dari tiga elemen utama yang disebut sebagai 3K: (1) kihon (teknik), (2) kata, dan kumite (latih tanding).

[sunting] Kihon
Kihon berarti teknik atau gerakan-gerakan dasar. Sistem latihan kyokusin dibuat berdasarkan karate tradisional seperti
Shotokan dan Goju-ryu dengan beberapa teknik tambahan yg diadaptasi dari seni beladiri lain seperti tinju dan kickboxing saat kumite. Kyokushin juga memiliki banyak teknik orisinal yang tak ditemui pada aliran karate lainnya.

Kata
Kata adalah kombinasi gerakan-gerakan yang dilatih secara berulang-ulang. Diharapkan dengan latihan itu, karateka dapat refleks mengeluarkan kombinasi dalam pertarungan.

Kata Utara
Kata utara dipengaruhi oleh aliran
Shotokan yang dipelajari Mas Oyama dari Gichin Funakoshi
Taikyoku sono ichi
Taikyoku sono ni
Taikyoku sono san
Pinan Sono Ichi
Pinan Sono Ni
Pinan Sono San
Pinan Sono yon
Pinan Sono Go
Kanku Dai
Sushiho

Kata selatan
Kata selatan dipengaruhi oleh aliran
Goju Ryu yang dipelajari Oyama dari So Nei Chu dan Gogen Yamaguchi.
Sanchin
Gekisai Dai
Gekisai Sho
Tensho
Saifa
Seienchin
Seipai
Yantsu

Unik
Kyokushin memiliki beberapa kata yang tidak ditemui pada aliran lainnya, di antaranya Garyu, Yantsu, Tsuki no kata. Garyu diciptakan oleh Mas Oyama. Nama "Garyu" sendiri berasal dari nama kampung di mana Oyama lahir. Tsuki no kata juga salah satu kata unik Kyokushin, namun masih diperdebatkan siapa penciptanya. Teori yang paling umum adalah bahwa kata ini diciptakan oleh
Tadashi Nakamura sebelum ia memisahkan diri dari organisasi Kyokushin.
Ura kata

Beberapa kata juga dilakukan dalam bentuk "ura". Ini berarti bahwa pada setiap langkah, salah satu kaki harus diputar (tergantung arah dan posisi terakhir). Ura kata dikembangkan oleh Oyama untuk melatih keseimbangan dan kemampuan pertarungan multi-arah

Taikyoku sono ichi ura
Taikyoku sono ni ura
Taikyoku sono san ura
Pinan sono ichi ura
Pinan sono ni ura
Pinan sono san ura
Pinan sono yon ura
Pinan sono go ura

Kumite
Kumite (sparring) digunakan untuk melatih aplikasi berbagai gerakan dalam situasi pertarungan yang sesungguhnya. Kumite merupakan bagian penting dalam latihan Kyokushin, terutama bagi mereka yang sudah bertingkat tinggi.
Dalam kyokushin, baik pembina maupun warga (murid) harus melakukan kumite dengan keras agar mereka siap menghadapi pertarungan yang sesungguhnya. Tidak seperti jenis karate lain pada umumnya, Kyokushin menekankan pentingnya latihan full contact, tanpa menggunakan sarung tangan, pelindung badan, atau pelindung kepala. Namun beberapa perguruan mewajibkan penggunaan pelindung untuk warga yang masih berumur belia (kecil).
Dahulu, kumite dalam Kyokushin benar-benar dibuat menyerupai pertarungan nyata, serangan ke kepala boleh dilakukan baik dengan pukulan maupun tendangan. Namun ternyata hal ini membuat banyak murid cidera, disebabkan terutama akibat diperbolehkannya pukulan ke arah kepala. Akhirnya sekarang baik pada kumite maupun kejuaraan, pukulan ke arah muka dilarang, namun tendangan dan serangan lutut ke kepala dan leher tetap diperbolehkan.