Jumat, 11 Desember 2009

KEJURNAS ANTAR PELAJAR AKADEMI SENI BERTARUNG KYOKUSHIN INDONESIA Denpasar Bali pada tanggal 28 – 29 November 2009 di GOR SATRYA MANDALA BHAKTI Jl. R

KEJURNAS ANTAR PELAJAR AKADEMI SENI BERTARUNG KYOKUSHIN INDONESIA,

-Lokasi : GOR SATRYA MANDALA BHAKTI Jl. RAYA KESAMBI KEROBOKAN KUTA, DENPASAR.

- Tanggal : 28 – 29 November 2009

- Peserta : SUMUT; PEKANBARU; BALIKPAPAN; KUTAI TENGGARONG KALTIM; JATIM; JATENG; DIY; JATIM; BALI; NTB ).

Hasil Kejuaraan adalah sebagai berikut:

Kelas yang dipertandingkan :

1. Anak – Anak Pemula (SD I – III )

Juara 1. Anom Krisna Dwi Pradnyana ( SD Cipta Dharma – Denpasar )

2.Dewa Ruci -Jatim

3. Bagus Nyoman Satwika Yasa (SD 14 Padang Sambian – Denpasar )

4. Nyoman Purda ( SD 8 Kesiman – Denpasar )

2. Anak – Anak A (SD III – V ) Juara 1. Dewa Gede Eka Mahendra ( SD Bali Public School – Bali )

2. Putu Ari Kusuma (SD 2 Kesiman )

3. Prabu Priyo. W (DIY)

4. Yosep Yudi. D (Jatim)

3. Anak – Anak B ( SD V – SMP I )

Juara 1. I Gusti Agung Lingga Y. S ( SD 9 Denpasar – Bali )

2. Made Ngurah Mulya .P ( SD 14 Denpasar – Bali )

3. Agus Indrawan (Riau)

4. Satria Indra Wangsa ( Jateng )

4. Kelas Pra Remaja (SMP II – SMA I )

Juara 1. Putu Tony Oktavian (SMP Karang Asem – Bali )

2. I Wayan Suardika (SMP Sidemen – Bali )

3. I Made Suandi Mulya (SMP PGRI 5 – Bali )

4. Kadek Suara Adi Saputra ( SMK PGRI – Denpasar )

5. Kelas Remaja ( SMA )

Juara 1. I Gusti Ngurah Parwata ( SMK Klungkung – Bali )

2.Kadek Pradingga Sugama Putra ( SMP 8 Denpasar )

3. Surya Parta ( Jatim )

4. M. Akbal ( Jawa Tengah )

6. Kelas Putri Bebas

Juara 1. Listia Uqi Pratiwi ( Raj Yamuna – Bali )

2.Retno Widiastuti ( DIY )

3. Shinta Permata Sari ( Jawa Tengah)

4. Dewi Maharani ( Jawa Tengah )

7. Kelas Kata Putri

Juara 1. Priska Weni . M ( DIY )

2.Isnaini ( DIY )

3. Lia Angelina ( DIY )

4. Listia Uqi Pratiwi ( Raj Yamuna – Bali )

8. Kelas Putra Dewasa Bebas

Juara 1. Taufik Makhsum ( PGRI 5 – Bali )

2.M. Saddam ( Kaltim )

3. Robby Hidayat ( UKDW – DIY )

4. Singgih Adlin Diarsa ( DIY )

9. Best Fighter Ronaldo Kids Tarigan ( SUMUT )

Kamis, 16 April 2009

Buat Apa Kita Belajar Karate ?


BUAT APA KITA BERLATIH KARATE?
Pertanyaan ini pernah terlontar kepada Sosai Mas. Oyama. Jawaban beliau adalah: Supaya kita selalu siap dalam berbagai keadaan dan kita akan bertambah kuat. Sebesar apapun badai kehidupan yang datang, seorang penganut Kyokushin akan berdiri kokoh pada kedua kakinya. JADILAH ORANG YANG TEGAR!, pesan ini yang selalu ditekankan pada murid-murid Sosai Mas.Oyama.
Kehidupan jalan Kyokushin memang melalui jalan terjal, berliku dan dilalui tanpa mengenal lelah. Penganutnya memegang teguh Oshishinobu. Oshishinobu artian harafiahnya adalah membelenggu. Maksudnya adalah dengan membelenggu diri dengan melakukan sekuat tenaga dan bertahan sekuat tenaga. Setiap Pendidikan (Latihan) dojo, Guru dan murid membiasakan diri untuk menahan keinginan nafsu, bahkan kebutuhan manusiawi seperti : Rasa lapar, dahaga, lelah, amarah bahkan sakit dan berusaha terus tanpa bosan untuk bisa mencapai apa yang dikatakan dengan menjiwai arti yang sebenarnya. Sehingga para penganut Kyokushin yakinlah suatu saat disadari atau tanpa disadari akan didapat banyak keuntungan yang luar biasa. Dengan demikian, marilah kita terus berlatih melalui disiplin kyokushin Karate. Jadikanlah diri kita menjadi lebih baik dan berprestasi pada kehidupan kita.
Marilah bersama kita petik ajaran yang telah susah payah diperjuangkan seorang Pendiri Kyokushin Karate bernama Masutatsu Oyama. Ajaran Kyokushin ini berawal dari gerakan dasar yang diulang-ulang sampai mencapai kesempurnaan. Berlatih Kyokushin Karate pada dasarnya adalah pengulangan gerakan dasar (KIHON) yang melelahkan (bila dilakukan sekuat tenaga dan sungguh-sungguh) pada setiap sesi latihan, sampai benar-benar paham. Seseorang dikatakan bisa Karate bila sudah melakukan 1.000 kali latihan dan diperlukan 10.000 kali latihan untuk dapat memahaminya, Latihan dasar itu dilakukan seperti dimulai pada sebuah titik dan dilanjutkan melalui jalan yang sama pada sebuah lingkaran (tiada akhir). Kyokushin Karate sebenarnya ilmu yang simpel dan mudah dipelajari siapapun.
Bosan, itulah yang akan ditemui pada mula awalnya. Disinilah benar-benar ditantang jiwa pribadi kita untuk mengalahkan diri sendiri dan berusaha untuk melaluinya hingga kita pada akhirnya akan berjalan menerus dengan melenggang kangkung. Rasa Bosan, malas, enggan, takut kecapekan, takut sakit, rendah diri dan bermacam alasan senada itulah beberapa rasa manusiawi yang benar-benar harus digempur oleh pribadi kita agar menjadikan diri kita pribadi yang lebih baik.
Sosai Mas.Oyama pernah berkata: Kyokushin tidak akan pernah bisa di masalkan karena Sosai lebih baik memilih jalan agar diikuti para pengikutnya pada jalan yang sempit tetapi TERHORMAT. Kenapa kata terhormat pada kalimat diatas saya pertebal dan digaris bawahi?. Fakta yang ada sekarang adalah nilai-nilai luhur Kyokushin ada beberapa yang hilang setelah meninggalnya Sosai Mas.Oyama. Hilangnya nilai-nilai tersebut diakibatkan karena hawa nafsu. Banyak yang terbuai pada ketenaran atau harta. Kehormatan yang diajarkan oleh Sosai Oyama bukan kehormatan sesaat lewat ketenaran atau kaya dengan harta. Ingatlah keinginan untuk tenar dan harta itu akan mudah menjadikan buta-nya mata hati!.
Dalam sebuah perguruan terdapat banyak orang yang berlatang belakang berbeda, antara lain: suku, kepercayaan, sosial, dan segudang perbedaan lainnya. Untuk menjadikan kompak diperlukan rasa kesetia-kawanan yang kuat. Dibutuhkan figur manusia Kyokushin sejati untuk menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, jujur, terpercaya, pintar, dan rela berkorban serta menempatkan dirinya tidak lebih tinggi. Jujur saja ini sangatlah sulit dan pelik. Bagaimanapun pemimpin juga manusia yang tidak bisa lepas dari yang namanya salah dan lupa. Begitu juga para pelatih-pelatih Dojo, mereka juga manusia yang memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu dan rasa kesetia kawanan inilah yang sekarang sudah banyak tidak dipedulikan oleh para pelatih-pelatih Dojo yang mengatas namakan Kyokushin. Banyak Pelatih dan ada beberapa bahkan sangat senior mudah berbelok arah, demi kepentingan pribadi dan enggan untuk berpikir lebih dalam.
Berawal dari berderet pengalaman bertahun-tahun yang pahit dan getir, maka dirasa ajaran mulia itu sudah seharusnya ditegakkan kembali. Sekumpulan orang yang memiliki hati dan berjiwa Kyokushin Sejati membentuk sebuah organisasi kependidikan yang dinamakan AKADEMI SENI BERTARUNG KYOKUSHIN KARATE INDONESIA yang berazaskan BUDO.
Apakah Budo itu?
Budo adalah jalan pertarungan. Kyokushin Karate tidak hanya mengajarkan pertarungan secara fisik saja. Menjadi seseorang yang mampu bertarung fisik dan memenangkan perkelahian (Kumite) atau pertarungan fisik dalam bentuk lain bukan tujuan akhirnya, akan tetapi merupakan langkah awal dari tujuan yang akan dicapai.
Pertarungan adalah jalan kehidupan (The Survival of live). Pertarungan akan mencerminkan jiwa sportif (watak ksatria) maupun sebaliknya yang sesungguhnya. Pertarungan akan mencirikan kepribadian manusia. Lincah, cerdik, rajin, berani, bisa menyahut kesempatan dalam kesempitan, bergairah, bersemangat dan masih banyak lagi dengan hal senada, begitu pula dengan kebalikannya. Lincah akan tentu lebih unggul daripada lambat, Cerdik akan lebih menguntungkan dari bodoh, Rajin akan lebih berkwalitas daripada malas dan selanjutnya. Disinilah Budo mengajarkan untuk lebih mengerti dan paham mengenai spirit yang kuat, dengan Spirit maka manusia mampu berkarya dan berprestasi.
Kyokushin karate mengajarkan kepada pengikutnya untuk menjadi seseorang yang kuat, unggul dan berprestasi dalam hidupnya. Jalan yang ditempuh untuk menjadi insan Kyokushin Karate yang utuh adalah tidak meninggalkan usaha selalu memperkuat diri, menambah kemampuan diri dengan cara tiada hari tanpa latihan ... plus mengembangkan wawasan dengan cara rajin membaca dan atau menulis. Malas, rasa rendah diri, sombong dan setumpuk sifat buruk lain memang musuh utama kehidupan manusia. Watak, sifat dan kebiasaan yang buruk harus di hancurkan dengan selalu bersemangat tinggi untuk membentuk diri menjadi yang lebih baik.
Kyokushin karate adalah salah satu penganut Budo dengan ciri tidak meninggalkan pendidikan budi pekerti dan pemahaman tentang sebuah semangat hidup pantang menyerah. Pengikut yang memahami Kyokushin Karate akan terbentuk menjadi individu yang siap dalam menghadapi kehidupan.
Apakah orang yang ahli bertarung fisik akan menang terus menerus?,
Itu tidak mungkin. Dunia ini, diatas langit masih ada langit. Semua orang semestinya harus sadar akan hal tersebut. Seseorang ada masanya akan lemah, menjadi tua dan rapuh selanjutnya yang pasti dan tidak bisa ditawar lagi.... mati.
Pertarungan dalam kehidupan kita jangan diartikan bertarung secara fisik saja. Bila pertarungan fisik saja yang ditekankan dalam pelajaran yang ada, apa yang terjadi? Ego merasa paling kuat dan mampu berkelahi (sok jagoan) dengan menindas yang lemah, perang yang tiada henti, bentrok antar kelompok dan anarkis yang merajalela dan kedzoliman ada dimana-mana.
Perlu kita ambil hikmah dari pengertian diatas. Pertarungan membutuhkan pengorbanan fisik, mental dan materi yang tujuan selanjutnya kita bermental baja, berani menetapkan pendirian dan mampu mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah dan atau bahkan bernyali untuk menegakkan kebenaran. Inilah sekelumit jiwa dari seorang petarung sejati. Jiwa seorang Petarung akan kokoh dan tegar dalam menjalani kehidupan. Diperlukan watak ksatria, berani, cerdik dan kemampuan untuk melakukan pertarungan. Kunci dari pertarungan ini adalah mampu mengalahkan diri sendiri sebelum ada keinginan untuk mengalahkan orang lain.
Untuk lebih memahami arti yang sebenarnya dari kyokushin karate, memang diawali dari latihan fisik, dituntut tidak mengenal lelah dan terus menjalankan kehidupannya melalui disiplin Kyokushin Karate. Tetapi dalam Kyokushin Karate ini ada yang jauh lebih penting dan bermakna yakni tata krama dan kesopanan. Setiap latihan atau bertemunya antar Karateka Kyokushin tanpa peduli dari manapun asalnya, selalu diawali dengan kesopanan dilalui dengan kesopanan dan diakhiri pula dengan kesopanan. Sikap ramah tamah dan sopan sangat ditekankan agar menyatu dengan jiwa setiap anggota, sehingga otomatis akan membentuk rasa persaudaraan, cinta kasih dan menjadi manusia berbudi pekerti yang luhur. Sikap adalah salah satu indikator dalam menapak kesuksesan. Menjaga sikap yang baik dan benar akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang berprestasi dalam kehidupannya.
Jiwa kyokushin adalah jiwa perjuangan, seseorang yang telah mendalami Budo dengan sungguh-sungguh ditakdirkan untuk melakukan perjuangan dalam hidupnya. Tahulah kini kita sebenarnya Kyokushin menawarkan hal-hal yang dapat membantu kita mengembangkan segi-segi kepribadian dan kejiwaan kita.
Marilah jadikan diri kita dan hidup menjadi lebih berprestasi dengan menjalankan seluruh kehidupan ini melalui disiplin Kyokushin Karate.

GANDI ALI M
NOVEMBER 2008

email


OSU.
Kemarin belum lama ini sesuai janjinya Sensei Kim Liong mengirim email kepada saya, beliau sangat ingin pelajaran hidup ini ditulis dalam tulisan saya. Inilah kutipannya:

Seorang seniman italia bernama Michael Angelo Buonarroti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali namun ia belum dapat menciptakan lukisan yg baik menurutnya. Suatu hari ketika ia berada di kedai minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "ANGGUR INI SUDAH MASAM,SEGERALAH MEMBUANGNYA". Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yg sdh asam tersebut sehingga air anggur itu mengalir keluar dan terbuang. segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur yg baru. Melihat itu, michael angelo segera pulang kerumah dan membuang lukisan-lukisannya yg lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yg sangat bagus.Terus melihat sesuatu yg tdk baik di dalam hati dan pikiran,akan merampas semua suka cita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan.Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yg berbeda satu dg yg lain sepanjang tahun ini. Kita semua tdk lepas dari dua sisi kehidupan,yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dlm kehidupan berrumah tangga,di dlm bisnis serta pekerjaan, di dlm penderitaan atau sakit penyakit, di dlm menjalin hubungan dg seseorang,bahkan di dlm pelayanan. Tentu sisi suka akan menjadi kenangan yg manis yg dpt membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi biasanya yg menjadi masalah ialah sisi duka yg tdk jarang membuat kita sedih atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yg tdk pernah hilang.Anthoni Robbins berkata,"Waktu yg lalu tdk akan pernah sama dg waktu yg akan datang." Apakah anda mengalami byk kegagalan, kekalahandan pengalaman menyakitkan sepanjang tahun ini?Bangkit dan bangunlah imanmu kembali.Tahuh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bgmn IA berkarya di dlm hidupmu. BUANGLAH ANGGUR ASAM YG LAMA BERSERTA KIRBAT LAMA DAN MILIKILAH ANGGUR BARU BESERTA KIRBAT BARU YG TELAH TERSEDIA BAGI KITA... ANGGUR YG BARU YG MURNI HRS MENDAPAT KIRBAT BARU SEBAB JIKA ANGGUR BARU DITEMPATKAN DI KIRBAT YG LAMA MAKA KIRBAT LAMA AKAN SOBEK...BAGI ORG PERCAYA SELALU ADA HARAPAN UNTUK HARI ESOK..HARI ESOK AKAN LEBIH BAIK DARIPADA HARI INI...

Pesan Sensei Oei Kim Liong kepada saya pada saat itu adalah: ”Tolong Jaga Akademi Kyokushin yang bersama-sama kita bentuk. Selalu berikan pengalaman pahit untuk pelajaran.”
Memegang ajaran Sosai Mas. Oyama yang benar dan suci itu ibarat cerita anggur murni diatas. Kita harus membarukan semangat kita (berkibrat baru) jangan sampai semangat kita usang (seperti kibrat lama). Ajaran Kyokushin ini terlalu murni. Sudah terbukti ada kibrat kyokushin lama sudah sobek karena wadahnya bersemangat usang untuk kemajuan Kyokushin, mereka terperosok pada keinginan untuk kekayaan atau ketenaran.
Tugas kita adalah selalui memperbaiki wadah dan murnikan kembali ajaran Kyokushin tercinta ini melalui AKADEMI SENI BERTARUNG KYOKUSHIN KARATE.
Akhir kata saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada pihak yang merasa dirugikan.
OSU.
SP.GANDI ALI M
JANUARI 2009

Disiplin Karate


Adalah seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu telah memakukan 37 paku ke pagar. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari di mana anak tersebut sama sekali tidak kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari di mana dia tidak marah. Hari-hari berlalu dan anak laki-laki ini akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut. Sang ayah menuntun anaknya ke pagar. Kau telah berhasil dengan baik, anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini TIDAK PERNAH BISA SAMA SEPERTI SEBELUMNYA. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang lalu mencabut pisau itu, tetapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu tetap ada.
Demikianlah sekelumit cerita yang sebenarnya sudah pernah kita dengar. Setiap membaca cerita ini kita seolah diingatkan betapa pentingnya untuk selalu menjaga sikap, kata ataupun perbuatan yang kiranya dapat membuat orang lain sakit hati.
***********
Belajar melalui disiplin Kyokushin Karate melalui Akademi Seni Bertarung Kyokushin Karate tidak hanya saja kita dapatkan ilmu untuk bertarung. Tetapi menyelamlah sedikit lebih dalam kita akan temukan banyak sekali ajaran mulia yang kita dapat. Salah satu dari ajaran itu adalah membentuk jati diri kita menjadi orang yang lebih memiliki rasa kasih dan rasa sayang.
Didunia ini setiap hal bagaikan dua buah mata keping uang. Ada besar ada kecil, ada baik ada buruk, ada gelap ada terang, ada kasar ada halus, tidak akan ada atasan bila tak ada bawahan, tak kenal rasa hormat atau segan bila kita tidak tahu yang namanya kurang ajar, dan selanjutnya.
Di Akademi Seni Bertarung Kyokushin kita belajar dan sangat akrab dengan kekerasan, dipelajari dengan benar bagaimana bagian tubuh kita menjadi mesin pembunuh. Tetapi, di akademi kita ini ajaran lebih ditekankan dan diutamakan pada kesopanan, sikap yang selalu hormat menghormati, disiplin yang kuat akan tata krama. Ingat, pelajaran (latihan) dalam dojo selalu dimulai, dijalani dan diakhiri dengan penuh kesopanan. Murid wajib menghormati guru, Kohai lebih menghormati Senpainya, begitu juga guru atau senior juga menghormati murid / yuniornya. Benar-benar ditekankan saling menghormati dan menyayangi sesama teman maupun dengan guru, sehingga timbul rasa persaudaraan yang erat.
Misalnya, Biarpun mereka sehabis melakukan jiyu kumite (pertempuran) dojo yang sengit bahkan sampai berdarah-darah, tetapi sehabis waktu latihan (belajar) mereka pulang dengan bergembira ria dan bercanda seperti biasa. Rasa ingin menjatuhkan atau meng KO lawan saat jiyu kumite yang baru saja usai benar-benar sudah terlupakan, berubahnya rasa hati yang secepat itulah yang sebenarnya masih teka-teki. Teka-teki ini tak butuh jawaban. Indah bukan?
BUKTI.. disini bahwa bila kita mengenal kekerasan dengan jalan yang benar, maka kita akan lebih mengenal rasa menyayangi dan mengasihi sesam

Salah besar bila bergabung di Kyokushin untuk menjadikan bagian tubuh kita untuk hanya bisa jadi mesin pembunuh atau petarung yang tak terkalahkan. Kemampuan bertarung itu merupakan bonus saja. Memang orang yang berlatih Kyokushin Karate dengan sungguh-sungguh, beberapa anggota tubuhnya akan berbahaya bagi orang lain. Seorang petarung Kyokushin akan mampu bertarung jarak jauh maupun jarak pendek. Dalam bertarung harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Memang badan akan terasa sakit, napas serasa mau habis, capek, memar, bahkan kadang sampai mengucurkan darah segar apalagi jika tidak berhati-hati dan sembrono maka akan fatal. Disitulah petarung harus bertahan dan melakukan dengan mengerahkan semua tenaga dan kemampuan yang ada. Tetapi Jiyu Kumite ini juga merupakan salah satu bentuk LATIHAN. Betul-betul kelihatan dan tercermin mental dan watak seseorang.
Disinilah akan terbentuknya mental seseorang, mental petarung, mental ksatria. Kekuatan tanpa keadilan adalah Kedzoliman. Keadilan tanpa kekuatan maka keadilan akan mudah goyah (sulit ditegakkan).
Mereka yang berjalan melalui jalan hidup Kyokushin yang bergabung dalam Akademi Kyokushin Karate, dituntut juga untuk mempelajari masalah tata krama, tepo seliro serta berkepercayaan (agamis).
Salah satu ajaran tentang tata krama,. disiplin dan bersikap baik inilah yang terus kita pupuk dan lestarikan melalui Akademi Seni Bertarung Kyokushin Karate. Seharusnya mereka yang sudah belajar melalui jalan Kyokushin karate, akan lebih baik dan halus budi pekertinya, lebih sabar, lebih menghormati guru, lebih bertata krama, lebih cerdik mensiasati masalah kehidupan, lebih setia kawan dan banyak lagi kelebihan yang bersifat positif. Sungguh bangganya kita sebagai orang Kyokushin.
Kyokushin memang memuat ajaran yang luar biasa, akan tetapi Kyokushin bukan jalan menjadi kaya. Kita tidak bisa hidup dari Kyokushin. Kyokushin Karate adalah ajaran tentang mental, budi pekerti, dan menjadikan seseorang sehat dan (sekali lagi saya tekankan) bonusnya adalah kemampuan bertarung.
Ajaran Kyokushin ini, janganlah menjadi seperti produk dagang yang dapat untuk mengeruk keuntungan pribadi atau golongan. Seseorang telah gagal dalam menempuh jalan melalui disiplin Kyokushin bila memperhitungkan Kyokushin untuk tujuan demi harta semata. Seorang guru yang memberikan pelajaran Kyokushin Karate seharusnya mengerti benar dan memahaminya. Uang memang bisa membutakan matahati, membelokkan pikiran dan merusak idealisme. Memang kita tidak menutup mata bila uang sangat diperlukan dalam kehidupan kita, tetapi janganlah uang dijadikan tujuan pokok. Bila uang sudah menjadi tujuan hidup utama kita, bersiaplah masuk ke jurang kesesatan. Saya hanya ingin mengingatkan, di dunia ini banyak yang tidak bisa dibeli dengan uang. Berapapun!.
Bila ada orang mengaku sebagai Kyokushin sejati, sudah meninggalkan ajaran utamanya, sehingga sampai hati merusaknya sendiri demi kepentingan pribadi, bagaimana nasib Kyokushin tercinta ini akhirnya?
Tetapi kita semua adalah manusia yang selalu ditempati oleh salah dan lupa. Saatnya kita berusaha untuk ingat kembali dan mau untuk terus memperbaiki diri daripada sibuk mengoreksi kelemahan dan kekurangan orang lain.
Ajaran dalam Kyokushin ini tidak bisa dipaksakan. Perlu mental baja untuk menjalaninya, kita tidak bisa memaksakan kehendak biarpun ajaran Kyokushin yang diberikan Sosai Mas.Oyama sudah ada yang berbelok arah tujuan. Biarlah para murid yang belajar di Kyokushin atau orang yang merasa dirinya menjadi Kyokushin memilih dan menentukan.
Disaat kita mencoba memaksa orang agar mereka menjadi seperti yang kita inginkan, kecenderungan mereka untuk mempertahankan diri, keras kepala, dan sakit hati muncul. Namun, apabila Kita memberi mereka peluang untuk menolak perubahan itu, berarti kita juga memberi mereka kebebasan untuk berubah.Berhentilah menerima orang berdasarkan apa yang dapat, harus, atau akan terjadi pada mereka andaikata mereka mendengarkan kita. Kita akan terus memandang seseorang melalui kacamata keharusan, kepantasan, tuntutan dan prasangka sampai kita menerima orang lain tanpa syarat.
Marilah terus belajar dan melatih diri kita, melalui disiplin Kyokushin Karate, yang benar-benar mengembangkan ajaran Kyokushin melalui Akademi Seni Bertarung Kyokushin Karate Indonesia.

SP. Gandi Ali M
Desember 2008

BAGAIMANA MEMBUAT PELAJARAN (LATIHAN) KARATE MENJADI MENYENANGKAN.


Osu.
Kadang dalam awal latihan (5 tahun awal) kita akan merasa jenuh, bosan atau malas. Banyak alasan yang timbul saat tiba waktu latihan yang benar-benar menguji kita.
Latihan dojo yang umumnya seminggu 2 X, dimana dalam 1 sesi latihan artinya menapak (dengan berat dan terengah-engah) untuk satu anak tangga kemajuan diri dan sekali absen latihan adalah memperosotkan diri jatuh ke beberapa anak tangga kemajuan.

Marilah kita melihat masa awal ketika kita masuk dojo. Senang, semangat, ingin tahu, dll bercampur aduk jadi satu. Padahal otot masih kaku, belum bisa apa-apa, tidak jarang diketawakan oleh kawan berlatih lain disaat melakukan kesalahan atau kaku, tetapi ejekan itu tidak digubris, karena ada keinginan yang kuat dari dalam diri kita untuk ingin bisa.

Sekarang... marilah berhenti sejenak.. tanya dan introspeksi kedalam diri anda selama aktif dalam sesi pelajaran (latihan dojo). Apakah anda jumpai perubahan dalam diri anda? Apakah anda menjadi tambah kuat? Apakah anda menjadi lebih tangkas? Apakah anda menjadi lebih berani? Apakah anda lebih mengerti dengan tata krama?.

Kalau anda tidak memiliki jawaban dengan pertanyaan diatas (kemajuan), saya pastikan anda berbohong atau orang yang sangat merugi. Kemajuan dan perubahan menjadi lebih baik pasti terjadi dalam diri kita. Maka berusahalah terus belajar lebih keras, menyemangati diri, menggali potensi untuk terus selalu memperbaiki diri.

BAGAIMANA MEMBUAT LATIHAN MENYENANGKAN?

Saya tidak ingin menutup-nutupi kelemahan yang ada. Persoalan yang sangat umum terjadi adalah terkadang kita bersemangat dengan Guru A tetapi kurang senang bila pelajaran diberikan guru B?. Terus terang, saya juga pernah mengalami hal seperti itu. Tetapi kenapa sampai sekarang saya masih konsisten bahkan aktif?

Jawabannya adalah jadikan Kyokushin sebagai jalan hidup dan bulatkan tekad untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Siapapun yang memberikan pelajaran, jangan pedulikan... dan lakukan dengan semangat yang menggebu demi diri pribadi menjadi yang lebih baik. Ingat setiap insan manusia pasti diberikan-Nya kelebihan. Gali kelebihan yang dimiliki guru yang ada di depan. Daripada capek kita memikirkan siapa yang memberikan pelajaran, lebih baik kita buat diri kita capek melakukan semua gerakan dengan sungguh-sungguh. Jangan terus ”nglokro” dan tidak mau berangkat latihan. Merugilah bila anda sibuk dengan memanjakan diri, cengeng dan mengasihani dir sendiri.

Kyokushin memang didahului melalui latihan fisik, bila kita sungguh-sungguh niscaya anggota tubuh kita bisa dijadikan alat atau mesin pembunuh. Insan yang mendalami ajaran Kyokushin dengan benar untuk menjadi seseorang petarung sejati adalah tujuan awal. Tujuan ajaran Kyokushin yang lebih mulia adalah menjadi seseorang ksatria dan mampu melawan diri sendiri dan bisa mendapatkan kemenangan Sejati.

”Kemenangan Sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, namun kemenangan atas diri sendiri”. Ia bertanding melawan dirinya sendiri, bukanlah dengan orang lain, karenanya tidak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri. Motivasi untuk berprestasi dan menang sejati tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki, dendam. Prestasi Kemenangan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih dengan niat yang bernoda. Meraih keberhasilan diri adalah memenangkan pertandingan dengan rasa takut, keengganan, kesombongan, dan semua beban yang menghambat saat akan memulai. Dibutuhkan kesungguhan dan niat yang kuat.

Alasan-Alasan Enggan Untuk Berlatih:

Jenuh dengan Kihon.
Kihon dilakukan biasanya membutuhkan separuh waktu dari setiap sesi latihan. Marilah kita mencoba memahami Kihon. Kihon saya ibaratkan abjad dari sebuah tulisan dan Jiyu Kumite saya ibaratkan dengan menulis. Jadi Logikanya adalah kita harus benar-benar paham dan bisa abjad dulu sebelum menulis. Semakin kita paham abjad maka mudahlah kita untuk menulis. Semakin memahami Kihon dengan benar dan melakukan dengan sungguh-sungguh maka jiyu kumitenya juga akan bertambah baik. Saat melakukan gerakan Kihon perhatikan baik-baik. Apakah kepalan sudah benar dan pukulan bertenaga? Apakah tendangan sudah benar? Dan lain sebagainya... Jangan mudah merasa puas dengan yang dimiliki, sampai kapanpun. Perbaiki terus teknik dasar (Kihon) dengan sungguh-sungguh. Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas atau jenuh mengikuti Kihon. Kihon adalah nyawa Jiyu Kumite.

Latihan yang monoton.

Latihan lain yang terasa membosankan adalah setiap latihan hanya: kihon, idogeiko, kata dan kadang-kadang jiyu kumite.

Dibutuhkan kecerdasan dan kekreatifan dari guru yang ada di depan.

Kalau boleh saya sedikit menyarankan, sebaiknya tidak melakukan latihan yang sarat dengan tekanan dan paksaan agar kita harus tidak jenuh. Banyak variasi lain yang sekarang banyak dilupakan, misalnya: lari keluar dojo, pelenturan berpasangan, ipon kumite, samwon kumite, latihan target dengan box, latihan tangkis pukul/tendang berpasangan, teknik Kumite dan latihan lainnya. Perlu juga terkadang kita evaluasi bersama atau diadakan rapat dojo guna kemajuan Perguruan. Buatlah setiap latihan dengan menambah pemahaman baru. Ingat 4 S!.. Serius tetapi Santai, Santai tetapi Serius.

Resep jitu agar tidak mudah bosan adalah mempererat tali kekeluargaan antara anggota Akademi kyokushin, jangan lupakan dengan silaturahmi (mempererat tali persaudaraan) kepada sempai atau sesama teman seperguruan.
OSU!

SP. GANDI ALI M

Kejuaraan antar pelajar ( Oleh SP.GANDI ALI M)


OSU.
Kejuaraan tingkat pelajar antar dojo dengan tingkat Nasional baru saja terselenggara kemarin. Pada kejuaraan yang pertama kali diadakan oleh Akademi Kyokushin kita ini berlangsung SUKSES.

Dalam suatu pertandingan memang harus ada yang kalah karena harus ada yang menang. Tetapi dalam Kumite Kyokushin, dapat juga dilakukan diskualifikasi dan dinyatakan kalah keduanya bila peserta melakukan permainan sabun.

Jiyu Kumite tidak bisa dikesampingkan karena tanpa Jiyu Kumite maka Karate hanyalah olahraga biasa. Pernah diterangkan sebelumnya, Jiyu Kumite adalah puncak terapan dari kita belajar teknik Karate. Jadi Jiyu Kumite sebenarnya adalah salah satu bentuk latihan. Jiyu Kumite kadang dirasa berat dan kadang menakutkan, itu semua terjadi bilamana kita tidak siap. Maka sebaiknya kita ingat kembali tujuan dari Kyokushin karate, adalah membentuk orang menjadi siap dalam setiap situasi dan kondisi.

Setiap 2 minggu sekali (paling tidak) anda harus selalu berangkat ke dojo, membentuk diri, mental, kemampuan, watak dan budi pekerti. Lalu setiap waktu yang dijadwalkan kita melakukan ujian untuk kenaikan tingkat. Tingkatan yang disandang nantinya, merupakan cerminan dari kedewasaan penjiwaan dalam KYOKUSHIN.

Sabuk Biru beberapa sudah mampu kumite dengan cukup baik, tapi sabuk hitam juga ada yang melakukan kumite kurang baik. Tetapi bagi mereka yang menyandang black belt pasti lebih mengerti dengan nilai sebenarnya dari Kyokushin. Oleh Karenanya diharapkan kita harus menghormati terhadap yang lebih senior. Inilah cerminan salah satu pendidikan sopan santun dan budi pekerti dari Kyokushin.

Tingkatan dan kemampuan yang anda raih selama ini adalah hasil dari usaha kecil yang anda lakukan selama ini. Keberhasilan tidak didapat dengan begitu saja. Dibutuhkan ketekunan untuk terus berusaha.Ketekunan adalah kemampuan untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan. Anda harus terus melangkah, jangan sampai berhenti pada langkah awal. Setiap langkah menaikkan diri anda. Pepatah mengatakan ribuan anak tangga dimulai dari 1 anak tangga. Langkah awal dimulai dari diri kita sendiri. Karena itu mulailah kemajuan berawal dari hati, kemudian pikiran dan usaha yang dilakukan. Ketekunan akan hadir bila apa yang dilakukan berawal dari hati.

OSU..!

MARET,2009
SP.GANDI ALI M

Apakah anda seperti wortel, telur atau kopi?"




OSU.
Alkisah Seorang koki, ke dapur dan mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.


Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
"Ketika kesulitan mendatangi, bagaimana anda menghadapinya?


Apakah anda seperti wortel, telur atau kopi?"
Apakah anda adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, Anda menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatan."
"Apakah Anda adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hati anda menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah anda menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?."


"Ataukah Anda adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat."
"Jika Anda seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, Anda akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."


Dalam ajaran dojo ditekankan untuk melakukan dengan penuh kesungguhan. Menggembleng pribadi untuk menjadi manusia yang lebih berprestasi dan yang lebih penting yaitu memiliki mental untuk menghadapi kenyataan dunia yang terkadang harus berhadapan dengan penderitaan dan kesulitan. Orang yang berlatih Kyokushin dengan sungguh-sungguh tidak akan menjadi orang yang cengeng, repot mengasihani diri atau pecundang.


Dalam Dojo, kita DIBENTUK menjadi insan yang kuat lahir batin.
Mari kita selalu berusaha menggali kemampuan dalam diri kita. Bangunkan Raksasa yang ada didalam diri kita, dan kendalikan Raksasa ini dengan kemampuan dan kecerdasan.
"Ada Raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu, kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri".


OSU.
SP. GANDI ALI. M
FEBRUARI 2009