Osu.
Kadang dalam awal latihan (5 tahun awal) kita akan merasa jenuh, bosan atau malas. Banyak alasan yang timbul saat tiba waktu latihan yang benar-benar menguji kita.
Latihan dojo yang umumnya seminggu 2 X, dimana dalam 1 sesi latihan artinya menapak (dengan berat dan terengah-engah) untuk satu anak tangga kemajuan diri dan sekali absen latihan adalah memperosotkan diri jatuh ke beberapa anak tangga kemajuan.
Marilah kita melihat masa awal ketika kita masuk dojo. Senang, semangat, ingin tahu, dll bercampur aduk jadi satu. Padahal otot masih kaku, belum bisa apa-apa, tidak jarang diketawakan oleh kawan berlatih lain disaat melakukan kesalahan atau kaku, tetapi ejekan itu tidak digubris, karena ada keinginan yang kuat dari dalam diri kita untuk ingin bisa.
Sekarang... marilah berhenti sejenak.. tanya dan introspeksi kedalam diri anda selama aktif dalam sesi pelajaran (latihan dojo). Apakah anda jumpai perubahan dalam diri anda? Apakah anda menjadi tambah kuat? Apakah anda menjadi lebih tangkas? Apakah anda menjadi lebih berani? Apakah anda lebih mengerti dengan tata krama?.
Kalau anda tidak memiliki jawaban dengan pertanyaan diatas (kemajuan), saya pastikan anda berbohong atau orang yang sangat merugi. Kemajuan dan perubahan menjadi lebih baik pasti terjadi dalam diri kita. Maka berusahalah terus belajar lebih keras, menyemangati diri, menggali potensi untuk terus selalu memperbaiki diri.
BAGAIMANA MEMBUAT LATIHAN MENYENANGKAN?
Saya tidak ingin menutup-nutupi kelemahan yang ada. Persoalan yang sangat umum terjadi adalah terkadang kita bersemangat dengan Guru A tetapi kurang senang bila pelajaran diberikan guru B?. Terus terang, saya juga pernah mengalami hal seperti itu. Tetapi kenapa sampai sekarang saya masih konsisten bahkan aktif?
Jawabannya adalah jadikan Kyokushin sebagai jalan hidup dan bulatkan tekad untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Siapapun yang memberikan pelajaran, jangan pedulikan... dan lakukan dengan semangat yang menggebu demi diri pribadi menjadi yang lebih baik. Ingat setiap insan manusia pasti diberikan-Nya kelebihan. Gali kelebihan yang dimiliki guru yang ada di depan. Daripada capek kita memikirkan siapa yang memberikan pelajaran, lebih baik kita buat diri kita capek melakukan semua gerakan dengan sungguh-sungguh. Jangan terus ”nglokro” dan tidak mau berangkat latihan. Merugilah bila anda sibuk dengan memanjakan diri, cengeng dan mengasihani dir sendiri.
Kyokushin memang didahului melalui latihan fisik, bila kita sungguh-sungguh niscaya anggota tubuh kita bisa dijadikan alat atau mesin pembunuh. Insan yang mendalami ajaran Kyokushin dengan benar untuk menjadi seseorang petarung sejati adalah tujuan awal. Tujuan ajaran Kyokushin yang lebih mulia adalah menjadi seseorang ksatria dan mampu melawan diri sendiri dan bisa mendapatkan kemenangan Sejati.
”Kemenangan Sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, namun kemenangan atas diri sendiri”. Ia bertanding melawan dirinya sendiri, bukanlah dengan orang lain, karenanya tidak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri. Motivasi untuk berprestasi dan menang sejati tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki, dendam. Prestasi Kemenangan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih dengan niat yang bernoda. Meraih keberhasilan diri adalah memenangkan pertandingan dengan rasa takut, keengganan, kesombongan, dan semua beban yang menghambat saat akan memulai. Dibutuhkan kesungguhan dan niat yang kuat.
Alasan-Alasan Enggan Untuk Berlatih:
Jenuh dengan Kihon.
Kihon dilakukan biasanya membutuhkan separuh waktu dari setiap sesi latihan. Marilah kita mencoba memahami Kihon. Kihon saya ibaratkan abjad dari sebuah tulisan dan Jiyu Kumite saya ibaratkan dengan menulis. Jadi Logikanya adalah kita harus benar-benar paham dan bisa abjad dulu sebelum menulis. Semakin kita paham abjad maka mudahlah kita untuk menulis. Semakin memahami Kihon dengan benar dan melakukan dengan sungguh-sungguh maka jiyu kumitenya juga akan bertambah baik. Saat melakukan gerakan Kihon perhatikan baik-baik. Apakah kepalan sudah benar dan pukulan bertenaga? Apakah tendangan sudah benar? Dan lain sebagainya... Jangan mudah merasa puas dengan yang dimiliki, sampai kapanpun. Perbaiki terus teknik dasar (Kihon) dengan sungguh-sungguh. Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas atau jenuh mengikuti Kihon. Kihon adalah nyawa Jiyu Kumite.
Latihan yang monoton.
Latihan lain yang terasa membosankan adalah setiap latihan hanya: kihon, idogeiko, kata dan kadang-kadang jiyu kumite.
Dibutuhkan kecerdasan dan kekreatifan dari guru yang ada di depan.
Kalau boleh saya sedikit menyarankan, sebaiknya tidak melakukan latihan yang sarat dengan tekanan dan paksaan agar kita harus tidak jenuh. Banyak variasi lain yang sekarang banyak dilupakan, misalnya: lari keluar dojo, pelenturan berpasangan, ipon kumite, samwon kumite, latihan target dengan box, latihan tangkis pukul/tendang berpasangan, teknik Kumite dan latihan lainnya. Perlu juga terkadang kita evaluasi bersama atau diadakan rapat dojo guna kemajuan Perguruan. Buatlah setiap latihan dengan menambah pemahaman baru. Ingat 4 S!.. Serius tetapi Santai, Santai tetapi Serius.
Resep jitu agar tidak mudah bosan adalah mempererat tali kekeluargaan antara anggota Akademi kyokushin, jangan lupakan dengan silaturahmi (mempererat tali persaudaraan) kepada sempai atau sesama teman seperguruan.
OSU!
SP. GANDI ALI M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar